22.7.06
Warotel: Warung Rokok Merangkap Wartel



Jangan-jangan Anda sudah lupa kapan terakhir kali menggunakan telepon umum.
warung rokok wartel

SUDAH 20 tahun Mamang Kuningan berjualan rokok di situ, di pinggir sebuah jalan di Jakarta Barat. Selalu 24 jam dia buka warung. Sudah dua minggu dia merangkapkan bisnis wartel atas tawaran PT Telkom.

"Kata orang Telkom, kalo bikin telepon umum di pinggir jalan itu cepet rusak, nggak ada yang ngejagain," ungkap si Mamang. Dari setiap perolehan Rp 100.000 si Mamang akan mendapatkan komisi Rp 10.000. Tapi selama dua minggu berwartel, pendapatan segitu belum tercapai.

warung rokok dan wartel "Orang-orang belon tau sih," katanya. Padahal sudah ada dua papan nama di warungnya. Yang pertama dari Telkom, seukuran kuarto. Yang kedua bikinan sendiri, dari tripleks. "Mau masang di tiang listrik apa telepon entar dicopotin Tibum," ujarnya.

Seperti apa sih wartelnya? Tanpa booth karena kios panggung tak beroda itu cuma berukuran sekitar 1,5 m x 1 m. Penelepon berhalo-halo dari luar kios, sambil berdiri, kepalanya bergesekan dengan bermacam sachet.

Pesawat telepon Flexi dan pencatat pulsa dengan pemampang LED berada dalam kios, bercampur dagangan. Tak ada pencetak tagihan. Si Mamang cukup menyalin angka LED ke kertas lecek.

Sebagai langkah bisnis, upaya Telkom ini bagus. Tapi dari segi pelayanan — dengan atau tanpa warotel, dengan atau tanpa pertumbuhan ponsel — telepon umum koin harus tetap tersedia dan terawat, bisa menelepon ke manapun. Lebih bagus lagi juga bisa menerima panggilan dari mana saja.

Sayang, telepon umum tampaknya semakin tak terurus. Boleh tahu, kapan terakhir kali Anda menggunakan telepon umum koin maupun kartu?

Link: Nasib telepon umum kelas dunia

   31 komentar

buy ed meds online
May 26, 2017   07:10 PM PDT
 
nice job, keep sharing news
qassim university
October 9, 2016   01:54 PM PDT
 

Swiming is the best exercise in summer and running in winter

http://www.qu.edu.sa

http://www.library.qu.edu.sa


khan
September 19, 2016   01:16 AM PDT
 
http://www.des.qu.edu.sa


higher education, saudi Arabia
Qassim University is leading higher education institution in Saudi Arabia. It has 37 colleges and about 50,000 enrolled students.

Qassim University
College of Engineering is leading higher education institution in Saudi Arabia. It is ABET accredited.


College of Dentistry, Qassim University is one of the modern colleges among Saudi Arabia.

Presently College of Pharmacy is training Pharm D students in two consecutive semesters in addition to a summer semester per year. For the successful completion of Pharm D program students are required to complete ten levels, in addition to a pre-pharmacy preparatory year and a hospital based clinical internship.
College of Architecture and Design
khan
September 17, 2016   08:18 PM PDT
 
http://www.des.qu.edu.sa


higher education, saudi Arabia
Qassim University is leading higher education institution in Saudi Arabia. It has 37 colleges and about 50,000 enrolled students.

Qassim University
College of Engineering is leading higher education institution in Saudi Arabia. It is ABET accredited.


College of Dentistry, Qassim University is one of the modern colleges among Saudi Arabia.

Presently College of Pharmacy is training Pharm D students in two consecutive semesters in addition to a summer semester per year. For the successful completion of Pharm D program students are required to complete ten levels, in addition to a pre-pharmacy preparatory year and a hospital based clinical internship.
College of Architecture and Design
belstaff jackets uk
September 19, 2012   03:12 PM PDT
 
This is really a extremely beneficial read for me, Have to admit you might be 1 in the most effective bloggers I ever saw.
Generic Viagra
November 21, 2011   01:43 PM PST
 
It's great to see a blog of this quality. I learned a lot of new things and I'm looking forward to see more like this. Thank you.
Perguruan Tinggi
October 19, 2011   02:57 PM PDT
 
wow this really good blog content
Do follow blog
October 19, 2011   02:56 PM PDT
 
wah bagus ya
Buy Generic Levitra Online
October 8, 2011   04:57 PM PDT
 
I think you are the great blogger.What a great article have you written.I really enjoyed reading your post.This info is really very useful to all.
Thanks.... Keep Posting!!
Aulia Rahman
June 1, 2011   02:11 PM PDT
 
Terima kasih untuk sharing infonya. Salam http://fis.uii.ac.id/
buy kratom
February 1, 2011   05:43 PM PST
 
Nice post. Thanks for sharing useful information.
ijjal
March 18, 2010   10:42 AM PDT
 
kalo saya terakhir 7tahun yang lalu..hehe...
soalnya peredaran wartel koin udah jarang banget..
ada juga fisiknya tidak memungkinkan :(
brandon
September 22, 2008   08:37 PM PDT
 
saya kasih saran ganti jualan voucher aja, wartel udah kurang laku ... voucher, plus warung rokok kalo perlu pake internet hotspot ... keren khan ...
Herry Kasparov
March 29, 2008   02:05 AM PDT
 
aku juga lagi nyoba-nyoba bisnis buka warnet, sederhana plus bisa ngrokok & ngopi (warongopnet) di daerah cibinong mas...
akur
April 1, 2007   03:47 PM PDT
 
wah kalo di Mesir tiap toko rokok, makanan pasti ada wartelnya.
joko
July 28, 2006   02:00 AM PDT
 
tak pikir jakarta dah ga boleh ngrokok lagi, harus di smoking area,..

apa di warotel ada smoking area.. ato wah klo telpon harus habis sebtang rokok bisa.. lamajuga lo.. pulsanya bisa nyamope 25000
tintin
July 26, 2006   11:28 AM PDT
 
di samping pos kamling depan rumah ada telepon koin yang awet dan terjaga banget. selalu ramai pengunjung, apalagi saat-saat akhir pekan, bisa beroperasi hingga dini hari. saking ramenya, sering sampe kepenuhan koin karena banyaknya pengguna.
dari dulu sampe sekarang sangat berjasa buat ngirit dana pacaran saat sekolah dulu di pertengahan tahun 90'an (hihi), hingga sekarang tetep berjasa kalo mau ngumpulin temen-temen sekolah buat sekedar kumpul-kumpul.
terakhir pake... tadi malem waktu telepon temen smu.
kalo banyak telepon umum yang bisa awet dan terjaga kayak itu, alangkah nyamannya hidup... bisa nge-trend lagi, dan gengsi juga jadi naik kan... (^.^)
ramadhan
July 25, 2006   09:01 PM PDT
 
Telepon Umum = No Telp Asing di display Handphone.

Jadi jangan repot-repot untuk di save segala =)
Husein
July 25, 2006   08:47 PM PDT
 
jangan salah loh, bisnis wartel sampe menyebar ke kuala lumpur.. sekarang banyak banget kios-kios yang menyediakan jasa itu dengan papan tanda bertuliskan "wartel".. padahal itu bukan bahasa melayu nya... hebat,hebat!
Djony Herfan
July 24, 2006   04:44 PM PDT
 
hehehehehe, kapan pakai telepon umum, betul juga ya, kelupaan mengingatnya, .... Padahal, kapan terakhir pakai telepon umum itu pantas diingat, yang terjadi malah pantas dilupakan, .... (mungkin sejak ponsel bisa rutin masuk ke dalam saku?)

O ya mungkin namanya perlu diubah dari telepon umum jadi "Ponsel Anda Ada di Sini!" Maksudnya sih orang yang lewat di tempat itu mampir lantaran ponselnya, katanya ada di tempat itu, .... (Lagi mikir-in nasib Mamang nih!)
MT
July 24, 2006   02:12 AM PDT
 
emang telepon umum koin/kartu yang ada di jalan2 di mall2, itu masih berfungsi ya? saya udah lama gak pake lagi sejak zaman penjajahan ponsel yang bikin kita bego ngapalin nomor.
frozi
July 24, 2006   12:20 AM PDT
 
dulu, sebelum binatang ponsel menjajahku sejak 2003. ingat telepon koin depan kantor rw, yang kalau nyangkut digetok agak keras keluar recehan berlimpah. *tengok kiri kanan*
tifoso
July 23, 2006   07:01 PM PDT
 
Jaman sekarang misih ada telepon umum?
Rizky
July 23, 2006   03:50 PM PDT
 
entah kenapa di kampus masih laku tuh telpon umum koin. padahal wartel deket
ono
July 23, 2006   01:54 PM PDT
 
Telepone Umum ??!!!!

Walaahh.... semenjak memiliki telepone genggam tahun 2000 hingga kini ditahun 2006 tak pernah menyentuh telepone umum. enam tahun tak pernah memegang gagang telepone umum bahkan memakainya tetapi sering kali melirik telepone umum tersebut.

Andaisaja telkom bisa membuat hati ini tersentuh akan telepone umum pastilah keinginan untuk menghabiskan uang logam bisa kulakukan.
Kenapa hanya melirik telepone umum hingga enam tahun, ini semua karena menunggu perubahan akan wajah kotak mungil tersebut dan menunggu fasilitas yg tersedia.

//telkom belum bisa menyentuh hati masyarakat//
kus
July 23, 2006   01:26 PM PDT
 
itu namanya tumpang tindih eh tumpang sari!
aku lelaki biasa
July 23, 2006   08:59 AM PDT
 
kreatif juga telkom yoo ... hehehhe
Qq
July 23, 2006   12:33 AM PDT
 
Wah, sejak kenal yang namanya sms dan wartel udh jarang make telpon umum Pakde. Lagian jg udh langka banget telpon umum yang berfungsi baik, jadi bukan karena alasan gengsi. Tapi telpon umum amat berjasa di masa SMP-SMA dulu ... hehehhee... zaman2nya di telponin ama gebetan ... hahahaha
Leony
July 23, 2006   12:27 AM PDT
 
Sejak cellphone merajalela, hampir tiada lagi yang menggunakan telepon umum. Gengsinya turun katanya kalau kelihatan pakai telepon umum di depan teman2. Walaupun duit di kantong kurang dari 10,000 yang penting cellphonenya keluaran terbaru dong (kata temen saya lhooo...)
aribowo
July 22, 2006   02:58 PM PDT
 
duh kapan yach terakhir aku pake telepon umum, dah lama banget, abis jaman dulu aku gak suka telpon-telponan
bhq
July 22, 2006   01:38 PM PDT
 
WAROTEL = Warung rokok + Telo

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments