![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
16.7.06 | 22:32
Surabaya #1: Saya Bersua Mereka Dari Jakarta ke Kota Buaya. Mem-bookmark ingatan. Menjadikan shoutbox sebagai kegiatan mulut. ![]() DIA, yang sebelumnya saya anggap sebagai pemberang itu, ketika tahu saya sudah tiba di Surabaya menagih layang-layang. Tentu oleh-oleh yang merepotkan itu, karena bukan layang-layang lipat, tak saya bawakan. Tapi sebagai paman yang baik, benar, lagi bijak, plus ngeselin, saya punya solusi. Saya ajak dia mejeng di depan layang-layang dagangan di trotoar. Dia puas. Zaini, si bocah penjaja, juga puas — padahal tak ada transaksi layangan. Lebih penting lagi: ternyata dia bukan pemberang yang doyan carok. Selain dia, saya juga berjumpa arsitek hijau yang rungkut [Jawa, artinya rimbun] dengan minat besar pada seni grafis. Ada juga si penakluk mesin [setidaknya pada tingkat cita-cita], yang sering berteman dengan malam. Lantas ada pula si pereguk adrenalin yang membayangkan Kota Buaya sebagai latar Need for Speed dan Gran Turismo, atau bahkan Grand Theft Auto versi masa depan.Siapa saja mereka? Kapankah terakhir kali membelah kota dengan menumpang becak seperti saya kemarin? Nanti dulu. Sabar. Saya juga bersua singkat dengan si rajin belajar pangkal pandai, yang pernah menilai blog saya seperti sebuah karya terjemahan. Dua tahun berkenalan, pernah berhalo-halo, baru kemarin bertemu. Selain itu ada pula sang guru, yang gemar mengajar, sudah membuahkan buku. Sebuah perjumpaan yang tak dia duga. ![]() Itulah sebagian dari orang yang yang saya jumpai, secara terpisah maupun barkelompok. Mereka semua bloggers, dengan keunikan masing-masing. Tapi tak semuanya berani [baca: sudi] tampil di depan umum sebagai dirinya sendiri. Ngeblog dan saling tengok halaman maya adalah satu hal, tapi kopdar adalah hal lain. Maka saya tak menceritakan semuanya secara lengkap, apalagi dengan foto yang besar. Perjumpaan saya dengan mereka, berikut pertukaran cerita dan pengakuan, itulah yang penting. Ada yang layak diblogkan, ada pula yang yang cukup menjadi ingatan bersama. Blog telah mengantarkan saya pada pergaulan maya, dan pada gilirannya mempertautkan silaturahmi di dunia nyata. Tapi hukum kedua ranah itu sama: adab gaul antarmanusia yang mensyaratkan penghargaan dan kerjasama. Suwun, friends. Sampai jumpa lagi! Ralat: mungkin ada juga yang bilang, "Ketemu lagi? Padahal hidup cuma sekali? Tidak, tidak, tidaaakkkkkk dakdakdakkkk..." — dengan echo lebih sip. 15.7.06 | 16:07
Butuh Pembalut dan Kondom Pembalut selama di udara, kondom selama di daratan -- asal tak lupa daratan. MEMANG, pesawat terbang bukanlah bus antarkota antarprovinsi. Untuk bus, setiap ada ketidakberesan tinggal berhenti, lalu mencari bantuan terdekat.Maka ketika saluran AC kabin pesawat bocor, penumpang hanya diminta maklum. Pramugari cukup menempelkan tisu rangkap dan selotip pada sumber tetesan — oh bukan, itu sumber semburan karena kadang seperti spray. Tapi yang namanya air selalu takluk kepada hukum alam. Dialangi di satu titik akan mencari celah lain. Artinya beberapa penumpang [kebetulan wanita] kudu menyeka dengan tisu yang dipasok oleh pramugari. Terpikir oleh saya agar pramugari memasang pembalut wanita. Pembalut jenis wing tampaknya cocok untuk penerbangan — kalau untuk penyelaman tentulah jenis fin [misalkan ada]. Tapi dasar pengecut, saya tak berani mengusulkan pembalut di tengah wanita penumpang dan pramugari. Malu. Lagi pula wanita lebih tahu kapasitas pembalut ketimbang pria. Alhasil pesawat dengan kode penerbangan JT696 itu, Kamis 13 Juli lalu, menempuh Jakarta-Surabaya dengan kebocoran. Tak mengganggu penerbangan, tapi mengoyak kenyamanan penumpang. Dari Yogya pesawat itu terbang ke Jakarta, lalu ke Surabaya, untuk kemudian lanjut ke Kupang. Semoga ada awak dan penumpang yang lebih kreatif daripada penerbangan sebelumnya. Ehm, saya teringat sebuah buku saku panduan survival di alam bebas, karya seorang pensiunan perwira SAS Inggris. Menurut dia, kondom sanggup menampung satu liter air. Entahlah, apakah awak pesawat juga berbekal kondom untuk bertahan hidup bila terjadi kecelakaan. 11.7.06 | 22:19
Rumus 52-25 Wanita lajang akan marah kalau diajak menikah dan punya anak pada usia 52. Siapa yang gombal: si peminang atau si penolak? SAYA
punya rumus gombal untuk pemuda bingungan yang menanyakan pernikahan ke
alamat yang salah. Pertama: kalau tak ingin kawin muda, jangan pacaran
dengan cewek yang sebaya apalagi yang lebih tua. Kedua: susungguhnya
perempuanlah yang egoistis dalam soal perkawinan, karena itu pakailah
rumus gombal tulen 52-25. Lho?IBU 62 TAHUN | Usia bukan pengalang untuk melahirkan lagi. Bu Farrant dan suaminya. Perempuan itu maunya menikah selagi masih subur. Jadi kalau seorang jejaka pacaran sejak kuliah, lantas meminta sang gadis menikah dan punya anak kelak setelah usia keduanya 52 tahun, pasti akan mendapatkan amarah. Si gadis akan bilang, "Kalo kamu mau kawin umur 52 lalu punya anak, ya sana kawin sama cewek usia 25, yang masih bisa beranak seperti hamster." "Perempuan," kata saya kepada kaum bingungan, "bukannya bahagia dan terharu kalau diajak punya anak pada usia 52; mereka nggak mau bahkan sewot." Jadi, kalau ingin berlama-lama menikmati kemerdekaan sebagai bujangan, menikahlah pada usia tua dengan wanita muda. Tentu selalu ada ralat dari pihak berwajib berupa jeweran. Dengan ucapan: "Bukannya nggak mau, tapi nggak bisa. Susah gitulah. Lagian kesian anaknya. Dasar laki-laki. Huh!" Saya teringat rumus ngaco itu ketika membaca berita ini. Patti Farrant, psikiater anak di Inggris, melahirkan anak dalam usia 62 tahun. Artinya, rumus gombal telah gugur. Kapan menikah, kapan punya anak, sesungguhnya itu terserah setiap pasangan. Tepatnya: terserah setiap perempuan, karena dialah yang paling berhak atas alat reproduksinya. Tentu setiap pilihan punya risiko, bahkan bagi suami [risiko sosial]. Pak Bagus, yang menikah setelah beruban, jengkel saat mendengar gunjingan suster rumah sakit bahwa anak yang dibawanya berobat adalah dari istri muda. Itu belum cukup. Seorang tetangga baru sok akrab menyapa, "Lagi jalan-jalan momong cucu ya, Pak?" Dalam hati Pak Bagus mengumpat, "Prčk! Gundulmu!" Untuk menebus sakit hatinya, sebagai pengurus RT dia berikrar akan mempersulit warga baru yang lancang mulut itu. 7.7.06 | 23:45
Bapak dan Ibu dalam Ponsel Soal kultural dalam adopsi teknologi digital. Tak enak mendaftar nama orang apa adanya. DIA, remaja 18 tahun yang jadi peladen atau kenek tukang itu, adalah tukang terakhir yang meninggalkan rumah saya. Tadi siang dia pamit, kembali ke desanya di Karanganyar, Jawa Tengah. Diabadikannya hasil kerja empat bulan bersama tukang lain. Dia jepret banyak sudut dengan ponselnya, peranti yang kecanggihannya melebihi setiap ponsel di keluarga kami.Ups! Ada sedikit masalah sehingga saya turun tangan -- tapi gagal -- untuk menangani ponselnya. Saat itu pula tanpa sengaja saya menemukan banyak bapak dalam buku alamatnya. Saya tertawa, dia tersenyum. Untuk orang yang lebih tua, dia terakan "Bpk" di depan nama, termasuk nama saya. Ini seperti ponsel seorang ibu sepuh yang entri terbanyaknya dalam daftar alamat, hampir 90 persen, ada pada huruf I. Banyak nama dilabeli "Ibu": Ibu Jayus, Ibu Sosro, Ibu Kusumo... Jika ponselnya memungkinkan pemisahan nama awal dan nama akhir, dan pemampangannya bisa dibalik sesuai selera, maka Bapak atau Ibu sebagai nama awal bisa menyusul setelah nama. Demikian pula hasil sinkronisasinya dengan komputer. Tapi masalahnya bukan pada first name dan last name. Bukan pula cara membedakan Budi Sumantri yang teman seangkatan dengan Pak Budi Sumantri yang komisaris utama. Ini soal tradisi menghormati orang lain dalam pengelolaan data. Tak enak njangkar, tanpa embel-embel panggilan, meski hanya dalam data di peranti pribadi. Artinya pemilik ponsel, demikian pula sebagian pemilik e-mail, belum bisa semerdeka sebagian media yang menyebut nama orang apa adanya -- kecuali untuk tokoh tertentu seperti Mbah Maridjan [memakai "mbah"]. Lebih ekstrem lagi: tak semerdeka buku telepon keluaran PT Telkom dan PT Infomedia Nusantara yang meniadakan nama sapaan dalam lema orang. Dalam lembar daftar pesawat kantor tertentu, "bapak" dan "ibu" dipakai bukan untuk membedakan kelamin, melainkan hirarki. Soal jabatan. Tapi banyak juga kantor yang lembar daftar telepon ekstensinya tak memakai embel-embel. Memang sih, sebagian media asing masih mencantumkan Mr, Mrs dan Miss untuk narasumbernya. Bahkan guru sebagian sekolah di luar negeri memanggil muridnya, para bocah culun itu, sebagai Mister dan Miss. Jadi, salahkah "bapak" dan "ibu" dalam ponsel? Tidak. Itu soal kecocokan hati setiap pemilik ponsel. Termasuk, di sisi lain, dalam menamai orang semaunya. Ada Manto Badak, Rini Bawel, Yohannes Bencong, Bambang Rocker, Parjo Suka Ngutang... Tapi dalam e-mail, penghormatan [dan penghinaan mesra] itu kadang segera diketahui oleh orang lain, termasuk si pemilik nama. Previous Page * * Next Page |
|||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
||||||