![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
||||||||||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
24.6.04 | 00:51
Semoga Dia bukan Suami Menawarkan Istrinya... Sensasional betul judul itu. Apa boleh buat, memang sebaiknya itu yang saya tuliskan. Tempo hari saya ada perlu ke Plaza Lokasari, Mangga Besar, Jakarta Barat. Waktu masih terbilang sore, sekitar pukul tujuh. Saya mau pulang, melewati jejeran mobil terparkir. Di depan toko obat, seorang lelaki, umur 45-an, yang berdiri di depan sebuah Timor, menyapa saya dengan pelan tapi gerak bibirnya jelas, "Bos, butuh temen nggak?". Saya agak bingung. Lantas dia menengok ke seorang perempuan yang menyender ke pintu kiri sedan. Tak cantik, tapi wajahnya bersih, kulitnya putih, umur 30-an, langsing-kencang, berbalut tanktop hitam dengan V-neck rendah dan pantalon hitam ketat, menenteng tas belanja dari karton. Perempuan itu tersenyum, dan mengulangi tawaran si pria dengan pelan tapi dengan gerak bibir yang jelas, "Butuh temen?" Saya mendekat, pura-pura tak dengar. "Mau check in nggak Bos?" katanya, masih pelan dengan gerak bibir jelas. Harap maklum, di Mangga Besar ada banyak hotel buat short time. Saya menggeleng dan tersenyum, "Enggak. Maaf. Makasih...." Lalu saya meninggalkan mereka, sambil membatin, wong saya cuma bercelana pendek, sneakers dan oblong kok ditawarin. Hidung saya, seingat saya, saat itu nggak dalam keadaan belang. mata saya pun, seingat saya, lagi jinak karena saya berjalan sambil melamun entah apa. Orang yang tak tahu akan mengira si engkoh dan si enci sepasang suami-istri yang habis berbelanja. Harapan saya, mereka cuma germo dan anak buahnya, bukan laki-bini. Terlalu deh kalo laki-bini.
Previous Entry * Home * Next Entry |
|||||||||||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
||||||||||||||