![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
||||||||||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
23.6.04 | 22:12
HP Keren, tapi Pulsanya Cemen [?] HP
kian kaya fiturnya. Rata-rata dua bulan sekali muncul satu model
anyar. Makanya bisa saja ada orang yang empat bulan sekali ganti handset. Dengan tukar tambah semuanya jadi mudah. Ngerawat gengsi dan menjaga image,
itu wajib hukumnya dalam adab gaul. Tapi saya sering mendapati hal
aneh. Tak hanya menimpa anak sekolah tapi juga orang kantoran. HP-nya
keren, tapi sering kehabisan pulsa lantaran bokek. Lantas ke mana itu
MMS dan GPRS? Ternyata nggak pernah dipakai. Bahkan fungsi
kalender/organiser -- yang jelas-jelas gratis -- pun nggak pernah
dipakai.Tapi ya gimana lagi, itulah cara termudah dalam merawat gengsi berponsel: handset mutakhir. Soalnya itu lebih kentara dibanding jumlah tagihan bulanan dari kartu pascabayar. Kalau tagihan, yang tahu cuma operator -- itu pun cuma masuk sebagai data statistik, karena komputer mereka lebih hirau siapa yang telat bayar, bukan siapa yang paling banyak bayar. Pamer tagihan bulanan yang berlembar-lembar, yang nilainya setara ponsel (termurah) anyar? Itu jelas norak. Adakah yang salah dengan mode dan gengsi? Sama sekali tidak. Justru itulah yang bikin hidup lebih berwarna. Itu pula yang memperkaya peradaban. Sebab kalau semua hal cuma dilihat dan dibuat dari segi fungsional, buat apa orang punya kreativitas? Lagi pula prinsip "hemat tapi keren" (atau sebaliknya) kan memang dirujuk semua konsumen yang sehat dan kritis. :P
Previous Entry * Home * Next Entry |
|||||||||||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
||||||||||||||