KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    19.7.06 | 15:26
    Air dan Minum
    Berapa banyak sekolah yang sediakan air putih gratis?
    air kemasan dalam gelas

    HARI panas, hari dingin, kita butuh minum. Bulik Lita yang gemar berbagi info kesehatan, dan Bu Dokter Siberia yang doyan bola, bisa menjelaskan kenapa kita harus minum. Saya termasuk peminum dalam pengertian air putih bukan yang lainnya tapi dalam ukuran yang menurt saya normal.

    Mobil Fahmi Jelek di Surabaya juga berisi air kemasan dalam gelas plastik. Sungguh mulia. Semula niatnya untuk mempermudah buka puasa di perjalanan. Tapi setelah Lebaran lewat, kebiasaan berbekal minuman masih diteruskan. Antara lain untuk diberikan kepada anak-anak jalanan yang mengemis. Miss Mbakyu Teteh Mpokb mungkin memilih memberikan kue.

    Hari-hari panas, hari-hari dingin, ketika kepala meledak dan hati mendidih dalam serangkaian rapat, minuman semakin diperlukan. Celakalah perokok yang harus ngempet tagihnya.

    Tapi memadaikah jumlah gelas minuman, padahal ruang rapat terpisah tak menyediakan dispenser? Selalu ada kabar baik bagi orang optimis. Ada saja orang lain yang tak mudah haus. Jatah minumannya bisa kita ambil.

    Persoalannya ada pada keran. Yang namanya air, bahkan air minum dari perusahaan air minum, tak layak kita minum langsung. Berapa banyak pengeluaran kantor dan rumah tangga untuk membeli air kemasan yang dinamai air mineral itu?

    Membeli air putih: tak terbayangkan, dan belum terjadi, waktu saya masih bocah. Air putih boleh minta gratis dari teman-teman, dan saudara, di sekitar sekolah. Sekarang ketika sekolah maju dan mahal bermunculan, air putih gratis belum tentu tersedia.

    Selamat datang, kemarau! Kita sambut tanpa merasa berutang air kepada tanah. Kita biarkan air hujan menuju laut, tiada niat mengganti air pencuci mobil, lantas kesempatan itu diambil oleh air asin untuk mengintrusi sampai ke bawah tanah tengah kota.

    fahmi jelek
    July 21, 2006   12:55 AM PDT
     
    lho, lha wong airnya nggak putih gitu lho boss... airnya kan bening, iya? :D
    ipoul_bangsari
    July 20, 2006   07:23 PM PDT
     
    menurut cerita yang saya dengar, di mesir air minum (air putih) disediakan dimana-mana. di pinggir jalan, warung dll. gratis. apalagi kalo pas musim panas. pnyedianya masyarakat itu sendiri.

    seingat saya jaman dulu hal yg sama juga dilakukan masarakat kita. sekarang kemana kebiasaan itu ya?
    Mimi Hitam
    July 20, 2006   03:15 PM PDT
     
    Water Fountain dimana2 hanya bisa aku temukan di gym, mau ngisi ulang air minum di botol atau jerigen boleh.. atau mau mangap langsung diatasnya.. monggo.

    Tapi.. hiks.. itu juga bulanannya mahal.. Kalo gak mau rugi boleh bawa galon air mineral, itu juga kalo gak tau malu :D
    Eny
    July 20, 2006   02:26 PM PDT
     
    ngenteni sing gratis selak dehidrasi pakde...:D wis.. digawani soko ngomah wae :D
    nonacyan
    July 20, 2006   02:16 PM PDT
     
    Ide yang amat bagus jika semua sekolah menyediakan air gratis...masih jauh mungkin eranya.
    sawung
    July 20, 2006   08:42 AM PDT
     
    bos saya yang seorang deep ekologis ga pernah mau minum air kemasan. Menambah jumlah sampah katanya. Kemana-mana dia bawa botol air sendiri. Kalo jadi pembicara ga pernah mau minum dari gelas plastik.

    Bandung juga sam om sekarang sedang krisis air. Gara-gara orang-orang kaya menggunduli Kawasan Bandung Utara untuk dijadikan perumahan dan villa mewah.
    Arale
    July 19, 2006   11:06 PM PDT
     
    SMP tempat adik saya bersekolah dulu menyediakan dispenser disetiap sudut sekolah, bahkan hand sanitizer juga.

    iya juga, kata bapak saya waktu beliau kecil dulu, setiap rumah menyediakan seteko air dan gelas di pagarnya. boleh untuk minum, cuci muka, atau cuci kaki.

    zaman sekarang mana ada?
    mpokb
    July 19, 2006   07:31 PM PDT
     
    air layak konsumsi itu katanya gak berwarna, gak berbau, gak berasa.. air jakarta? gak masup ketiga syarat itu... :(
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive