![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
|||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
22.6.04 | 00:31
Kantor-Rumah [PP] Naik Sepeda Ini Jakarta, kampung besar dengan sistem transportasi yang brengsek dan polutif. Maka aneh juga kalau masih ada pekerja, dari kalangan kerah putih, naik sepeda (kadang BMX, kadang MTB) dari rumahnya di Rawamangun, Jakarta Timur, ke kantornya di Makro Pasarebo, Jakarta Timur. Persoalannya bukan "toh sama-sama masih di Jakarta Timur". Kalau menilik peta Jabotabek, jarak kedua titik itu setidaknya 16 km.Dalam sebuah milis, si penggenjot kereta angin yang bernama Berto Mardjono itu mengaku, dia tak sendirian. Maksudnya, di jalan dia juga menjumpai banyak orang yang berangkat-pulang kerja dengan bersepeda. Kalau di Belanda sih nggak aneh. Banyak orang berdasi naik sepeda. Malah saya pernah lihat di Amsterdam, tiga cewek cantik pesolek bermantel musim gugur, keluar dari butik, dengan shopping bag-nya, langsung menghampiri sepedanya. Kesan saya waktu itu: berarti photo session di majalah fashion itu nggak mengada-ada. Di kota lain di Eropa juga cukup banyak penyepeda. Kadang malah "ekstrem": dari rumah memakai pakaian bersepeda (lengkap dengan helmnya -- ingat iklan ponsel Ericsson di TV?), setelah di kantor ganti busana, nanti menjelang pulang ganti lagi. Iklim dan cuaca di sana juga mendukung sih. Tapi eh, dulu ketika mobil dan motor (begitu juga angkutan numum dan ojek) belum banyak, meski iklim dan cuaca nggak mendukung, banyak yang naik sepeda juga kan? :) Saya sih nggak sanggup kalau setiap hari harus menempuh 60 km dengan bersepeda... :( |
Previous Entry * Home * Next Entry |
||||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
|||||||