![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
20.5.06 | 23:27
Goceng Lawas Emisi 1992 masih ada, tapi mulai ditolak. SELESAI makan pecel, saya membayar. Selembar lima ribuan dan dua lembar seribuan. Saya merogohnya dari gulungan uang di saku baju. Seingat saya itu uang kembalian dari loket jalan tol. Tapi si penjual menolak, "Ini uang lama. Nanti nggak bisa saya pakai buat bayar ke orang."Saya baru sadar bahwa kertas yang masih kaku licin itu ternyata emisi lama, 1992, bergambar sasando. Tak ada coretan maupun bekas kokotan [bekas terjepret stapler]. Uang itu digantikan oleh uang bergambar Imam Bonjol pada tahun 2001. Tapi setahu saya uang itu sampai sekarang masih berlaku [CMIIW], sampai nanti BI menyatakan masa berlakunya tamat, seperti pada pecahan lain. Memang sih, mau atau tidak menerima dan memakai uang itu tergantung masyarakat, bukan bank sentral. Beberapa teman heran, bahkan memberi selamat. "Lho kok masih ada uang itu, mana baru lagi? Beruntung tuh Mas punya yang itu. Disimpen aja," kata seseorang. Kalau Mbak Sekretaris beda lagi komentarnya, "Kalo di daerah, uang lama masih laku,Mas. Uang limaratusan yang gambar monyet [maksudnya orangutan] itu di Malang masih dipakai buat transaksi di pinggir jalan." Rhoma Irama, sebagai penggubah dan pelantun lagu Rupiah, pasti bisa cerita banyak soal banknotes kita. Biar kata cuma goceng, pencetakan uang ini pernah jadi sengketa bisnis. Semua karena rupiah... Lantas bagaimana nasib uang goceng lawas itu? Karena saya bukan kawula numismatik maka lembar yang masih licin itu saya pakai untuk bayar tol.
Previous Entry * Home * Next Entry |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||