![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
20.4.06 | 07:43
Tinggi Pas, Berat Terlepas Kalibrasi itu penting. Tapi akankah selalu bermakna dalam urusan keseharian kita? ![]() SAYA kemarin mengikuti wajib periksa kesehatan di markas besar. Kumpeni saya mendatangkan tim dari sebuah rumah sakit. Ya biasalah. Tak ada yang istimewa — kecuali hasilnya nanti, yang biasanya berisi peringatan dan ajakan berpantang. Jarang berisi pujian dan ucapan selamat, apalagi dikasih hadiah. Termasuk dalam yang biasa itu adalah hal yang menurut saya agak lucu: barisan orang, pria dan wanita, keluar dari kamar kecil membawa tabung berisi urine masing-masing. Tak khidmat tapi ada unsur kehati-hatian, padahal kalau tabung jatuh dan pecah, lalu isinya tumpah, takkan ada denda. Apa tadi? Agak lucu? Ya. Selama ini sebagian besar dari kita membawa urine dalam tubuh kita masing-masing, lalu kita buang di tempat yang layak. Jarang sekali kita menampungnya dalam sebuah wadah lalu membawanya dalam sebuah prosesi. Perkecualian berlaku bagi pelaku terapi minum urine sendiri [bukan urine tetangga] — tapi yang ini personal, tanpa prosesi apalagi duduk bersama di meja perjamuan selayaknya cicip anggur ala Oom William Wongso. Tapi, hehehe, bukan cuma itu yang saya dapati. Saya, dan tampaknya hanya saya, terkesan oleh alat ukur tinggi badan yang sudah ditera oleh Balai Metrologi Jakarta. Ini bukan soal waktu kecil saya tak dapat membedakan "metrologi" dan "meteorologi", lantas baru ngeh setelah Ibu saya menjelaskan. Kita andaikan kalibrasinya andal sehingga hasil pengukuran benar, maka takkan ada lagi variasi data tinggi badan di SIM, catatan medis klinik dan rumah sakit, dokumen asuransi, sampai visum et repertum, untuk orang dewasa yang sudah berhenti tumbuh. Tinggi 155 cm artinya ya segitu. Ditambah jambul keren Elvis jadi 164,5 cm. Saya tak tahu apakah pengukuran petinju menjelang laga menggunakan pengukur terkalibrasi. Memangnya kalau terkalibrasi ada manfaatnya? Entah. Ukuran boleh pas, tapi kalau KO ya tetap kelenger, jadi kopyor dan koplo. Untuk pemilihan model dan kontes kecantikan, apa juga pakai pengukur terkalibrasi? Saya nggak tahu. Yang saya tahu, tinggi model cantik-seksi yang cuma 169 cm, kurang sesenti dari 170, bukan masalah bagi saya. Untuk timbangan paku di toko besi dan timbangan jeruk di kios buah kaki lima, serta argometer taksi, kalibrasi tentu saja wajib, supaya tak merugikan konsumen. Pada 1999 Direktorat Metrologi Dep[rin]dag menyebarkan liflet tentang pentingnya peneraan alat ukur, dengan mengutip ayat Quran maupun Injil. Intinya: mencurangi timbangan dan alat ukur lainnya itu dosa. Di luar soal dosa, apakah timbangan dalam medical check up itu juga dikalibrasi? Bu Penimbang bilang, "Iya dong!" Saya tak membungkuk mendekati timbangan untuk memeriksa dan memotret timbangan, karena seorang wanita sedang menimbang diri. Bukan soal saru nih. Taruh kata timbangan terkalibrasi tapi kalau orang yang ditimbang tak telanjang, seperti kita memakai timbangan kamar mandi, apa hasilnya bisa dipercaya? Ah, saya ingat WW [apa kabar, Kang?]. Dia punya dua timbangan badan. Mana yang dia percaya? Yang angkanya kecil.
Previous Entry * Home * Next Entry |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||