![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
19.4.06 | 19:07
Sudahkah Anda Ketagihan? Majalah tentang periklanan. Bisa ditambah racunnya supaya bikin kecanduan. SUDAH semestinya orang-orang periklanan itu kreatif. Maka dibawah komando Pakde Totot, muncullah AdDiction. Majalah gratisan keluaran PPPI DKI itu saya terima kemarin sore. Isinya? Ya seputar dunia periklanan, berikut kasak-kusuknya.Entahlah, apakah karena Pakde itu seorang blogger, maka tiga dari lima penanggap perdana, dalam rubrik Kotak Surat, adalah bloggers, antara lain Enda "the Living Legend" Nasution dan Radityo Djadjoeri. Tentu Pakde bukan asal comot atas nama solidaritas blogger. Enda, kita tahu, pernah jadi copywriter di Ogilvy & Mather, dan dia adalah pendiri milis kritik iklan. Sedangkan Radityo adalah moderator milis mediacare. Blog dan milis Radityo menggarap praktisi komunikasi pemasaran dan media. Namanya juga edisi perdana, pasti belum sebagus edisi mendatang. Lho kayak dukun, bisa tahu? Common sense saja. Apa yang bolong di edisi perdana pasti bakal ditambal. ![]() Untuk penulisan, rasanya sudah sip. Kan ada Pakde Totot? O ya, jangan lupa, orang iklan, terutama copywriter, kan pintar menulis. Tapi untuk visual, menurut saya yang awam grafis, kok belum sip ya. Roh antarrubrik dan antarhalaman belum menyatu banget. Saya punya bayangan, sekaligus usul nyeleneh, bagaimana kalau desain grafis setiap edisi dikerjakan oleh agensi tertentu sebagai sebuah kerja bakti sekaligus unjuk gigi? Jadi gaya visual setiap edisi bakal unik. Yang nggak boleh berbeda barangkali format fisiknya, supaya nggak ada edisi seukuran tabloid dan edisi seukuran Intisari. Keseragaman ukuran itu perlu untuk mempermudah penyimpanan. Logo? Boleh gonta-ganti. Kertas juga boleh gonta-ganti seperti Concept. Kayaknya kalau usulan ngawur ini dijalankan bakal mengundang penasaran kaum AdDicted. Di tempat ngopi, barang setumpuk baru datang siang, eh sorenya sudah habis. Ingat, ada kata "kayaknya" dan "ngawur" lho... Selamat datang AdDiction! Selamat datang sampul edisi seterusnya yang "disayembarakan" terbuka! UPDATE: Blogger-nya tambah si Pitra "Anak Cerdas" Satvika. Terima kasih atas koreksi Anda, Bos! :)
Previous Entry * Home * Next Entry |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||