![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
13.4.06 | 17:23
Menjelang Libur: Saat untuk Lupa Sebagian dari kita memang sontoloyo, termasuk saya.
KETIKA bersua di parkiran, saya tagih dia, "Udah ngontak London dan Amsterdam? Gimana hasilnya?" Plak! Dia malah menampar dahinya sendiri. "Waduh. Sori Mas. Lupa..." katanya. Saya hanya tertawa. Karena geli. Sama gelinya dengan barusan, ketika Mbak Panik dengan galau menelepon untuk mengingatkan rapat Senin depan, yang kemarin dia agendakan, tapi kali ini dengan pengunduran jadwal. "Yang lain pada bisa nggak yah?" tanyanya. Saya tahu dia tak mengharapkan jawaban saya.Menjelang libur akhir pekan dengan tambahan hari, sebagian orang kantoran tak berkonsentrasi. Pernah dalam suatu rapat menjelang libur, sudah selewat jam kantor sih, seorang peserta terus di-SMS istri dan anaknya. Beberapa kali saya mendapati, kesanggupan lisan yang diberikan menjelang libur, atau cuti, akan meluntur. Begitu masuk kerja lagi, dan ditagih, yang bersangkutan bakalan lupa. Saya termasuk kaum itu. Di mana persoalannya? Bukan ada buku agenda. Mau buku bersampul kulit badak atau agenda digital yang tersinkron dengan PC, intinya sama: ada keengganan untuk memasukkan entri teranyar. Oh ada kata sopan pengganti "keengganan", yaitu "tak sempat". Terhadap lembaga bernama kantor yang bergedung, sikap kita mendua. Dirumahkan, ogah — padahal tetap digaji. Tetap kangen kantor berikut warnetnya. Tapi ketika kangen terpenuhi, kita merasa dipenjara, dan ingin menghambur keluar pada hari menjelang libur sambil berteriak, "Tidak! Tidaaak! Tidaaakkkk! Tidakdakdakdakdak..." Pakai echo lho. Jadi? Selama kita belum sanggup bekerja mandiri di rumah, masih mau terikat sebuah bangunan bernama kantor, maka sampai pensiun kita akan menjalani paradoks cap benci-tapi-rindu itu.
Previous Entry * Home * Next Entry |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||