![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
13.4.06 | 00:27
Topeng Piring & Ace Hardware Do it yourself. Tapi tiada waktu, hasil belum tentu bermutu. Tenang, tukang siap membantu.
RARAS, putri bungsu saya, bangga dengan hasil karyanya. Sebuah topeng yang terbuat dari piring kertas. Iya, piring kertas yang biasa dipakai untuk alas kue itu. Terima kasih untuk Bu Guru yang mengajarkan hasta karya [kalau "prakarya", berarti "sebelum menjadi karya" kan?]. Saya senang, karena craftsmanship ditanamkan sejak dini.Waktu kecil, saya sangat menyukai pelajaran hasta karya. Saya jadi berani sok bertukang. Tentu dengan hasil yang kasar dan ringkih karena saya memang sembrono, tidak bisa bekerja rapi. Lumayanlah, bisa membuat rak buku dan rak kecil lain, baik saat sekolah, kuliah maupun setelah menikah. Tapi sekarang saya tak sempat lagi melakukannya. DIY atawa do it yourself itu sebetulnya menyenangkan. Tapi seberapa banyak pria kota besar yang sempat melakukannya? Hanya yang betul-betul hobi, atau kepepet budget, yang masih mau melakukannya. Selebihnya diserahkan kepada tukang. Jadi, pada dikemanain itu alat pertukangan yang diborong pria rumahan di toko perkakas semacam Ace Hardware? Beberapa orang mengaku beli karena menyukai perkakas, tapi paling banter hanya untuk perbaikan kecil [mobil, sepeda, motor, rumah], bukan untuk menghasilkan sesuatu. Saya membatin [semoga salah], tak ada majalah khusus DIY dan jarang buku luks DIY bikinan Indonesia [bukan rubrik berisi tip] karena pria kelas menengah urban, yang sering ke toko buku itu, tak begitu telaten bertukang. Lebih murah memanggil tukang, karena ongkos tukang di negeri ini lebih murah daripada negeri makmur. Ada lho pria makmur yang hobi memborong perkakas. Untuk siapa? Pria pembantu rumah tangganya.
Previous Entry * Home * Next Entry |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||