![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
28.3.06 | 00:59
25 Butir Kacang dalam Rp 25.000 Pulsa Komunikasi selular adalah sesuatu yang modern, industrial, dengan jaringan pemasaran yang personal dan tradisional.
![]() JANGAN langsung menyimpulkan sebutir kacang ekuivalen seribu rupiah pulsa. Angka 25 butir saya dapatkan hanya dari satu sampel. Lagi pula harga jual isi ulang elektronik itu melebihi nilai nominalnya yang Rp 20.000. Adakah yang salah? Tidak. Setiap pedagang berhak mencari untung. Terserah konsumen mau beli seharga Rp 25.000 atau tidak. Jadi, ini cerita tentang apa? Anda benar, ini tentang bisnis pulsa. Saya dulu, saat awal masyarakat kita mengadopsi GSM, tak membayangkan bahwa ledakan pemakai ponsel, yang jumlahnya melebihi sambungan telepon biasa, akan menghasilkan sebuah jaringan bisnis eceran pada tingkat perorangan. Saya tak membayangkan penjualan pulsa akan diketeng, dengan kemudahan menyaingi permen, rokok, dan kondom. Dulu saya tak membayangkan ada yang namanya pulsa prabayar, produk yang marak setelah krismon menghasilkan timbunan tunggakan pada semua operator selular. Mari kembali ke bumi. Teman-teman di kantor saya biasa membeli pulsa dari seseorang. Cukup kirim SMS, atau menelepon, atau mendatangi kantornya, yang tak terlalu jauh dari kantor kami, maka selanjutnya beres. Itu pun masih ditambah bonus kacang telor. Bisa sebungkus, bisa pula lebih. Itulah sebabnya ekuivalensi tadi tak berlaku. Sungguh suatu layanan yang bagus karena pembeli boleh mengutang tanpa bunga. Ada segi negatifnya sih. Kadang penjualan terhenti karena arus kas macet akibat piutang terlalu banyak, padahal hari gajian masih jauh. Cuma utang dan kacang sajakah kelebihan si penjual? Dia juga bisa memberikan hiburan berupa sulap tangan, terutama kartu remi. Belum jelas, kenapa dia tak belajar sulap pulsa, supaya voucher Rp 50.000 bisa menjadi Rp 500.000. Mungkin, kalau pun bisa, sulap pulsa harus diimbangi oleh sulap pelipatgandaan jumlah butir kacang. Pekan lalu saya mau ikut-ikutan membeli pulsa. Saya telepon dia. Jawabannya, "Belum bisa, Mas. Besok saja." Ketika dia menanya nomor saya yang harus diisi, saya pun bingung. "Lupa," jawab saya. Dia tertawa sekaligus heran. Kemarin setelah seseorang mengingatkan nomor saya maka saya pun memesan pulsa. Ya, saya punya satu nomor prabayar Simpati Jitu, tapi jarang saya pakai. Selebihnya saya pakai nomor langganan, yang tak berubah sejak 1997. Seberapapun tagihannya, tak ada bonus kacang apalagi sulap. Mau mengutang tidak bisa, karena telat bayar sejam saja bisa kena blokir. Link: + Mau berbisnis pulsa? Daftar ke sini atau kontak ini + Mau bisnis kacang? Klik saja di sini.
Previous Entry * Home * Next Entry |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||