KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    19.3.06 | 15:50
    Pria Pembelanja & Kemerdekaan
    Tak semua pria bisa berbelanja seleluasa istrinya.
    klik untuk memperbesar SHOP till you drop! Belanja sana sampe lu gempor. Sebuah gambar iklan yang biasa. Kemudahan dalam harga dan pembiayaan bisa bikin orang kemaruk. Hmmm... iming-iming yang membuai. Lantas apa menariknya? Iklan itu menggunakan model pria, bukan wanita.

    Okelah kita bisa bergunjing soal pria metromini maupun metroseksual [sudah diindonesiakan oleh Mizan]. Tapi sebelum berbuih di topik itu, mari kita bayangkan keragaman. Maksud saya keragaman Indonesia dan kaum suaminya.

    Indonesia tentu bukan cuma Jakarta dan lima kota besar lainnya. Si pengiklan juga tak membidik konsumen di luar ring itu, konsumen dari kalangan ndesit seperti saya yang pantasnya hidup di kota kawedanan dengan banyak bendi.

    Kalau pria yang dimodelkan tadi seorang lajang, tentu soalnya selesai. Tapi kalau dia beristri, maka hahaha... dia pria berbahagia, bisa menggunakan uangnya sendiri secara merdeka.

    Anda tahu, kadangkala perkawinan menjadi penjara yang aneh: setiap bulan suami menanti uang dari kantor dan istri, tapi yang dia dapatkan bukanlah dobel melainkan pas-pasan. Lebih banyak yang dia dapat saat lajang.

    Kasus pria A: Beli buku Rp 450.000 dan CD Rp 550.000, harus ngumpet supaya tak diprotes istri. Bulan sebelumnya habis Rp 1,5 juta dituding boros.

    Kasus pria B: Akhirnya tak pernah bisa beli baju sendiri, karena akan selalu disidik istri, "Siapa yang nemenin? Siapa yang milihin model sama motifnya?" Selanjutnya jadilah dia pria manis penurut, pakaian dibelikan istri, satu-satunya cara untuk memprotes baju yang tak cocok adalah jarang mengenakannya.

    Kasus pria C: Jangankan bersama orang lain, apalagi lawan jenis. Menikmati resto dan kafe baru sendirian pun akan dihardik nyonya rumah. Dituduh boros dan tak sayang istri. Ketika dia mengajak istri ke tempat baru, maka akan sang nyonya akan menginterogasi, "Mas kok tahu sini? Dulu sama siapa?"

    Kasus pria D: membangun sepeda berbulan-bulan, menitip komponen ke teman, sehingga kelihatan hemat, dan tak dicemberuti istri. Untung dia suami cerdik dengan teman yang bersimpati: sepeda genjot seharga separuh sepeda motor selalu dititipkan di rumah teman. Koleksi CD [dengan audio bagus] dan bukunya di kantor wuahhh tobb tenan. Miskin di rumah, kaya di luar. Satu hal yang dia takuti: istrinya tiba-tiba masuk ke ruang kerjanya.

    Kasus pria E & F: Pengumuman adalah malapetaka. Koran mengumumkan E menang lomba foto, dan dapat hadiah. Istrinya langsung minta jatah. Pria F diberitakan akan menjual karyanya ribuan dollar Amrik. Si nyonya langsung minta jatah buat deposito.

    Kasus pria G: Dia ingin merdeka, terutama dalam soal keuangan. Hasilnya: istrinya menggugat cerai.

    Tak semua pria, termasuk pria urban, bebas menikmati hasil keringatnya. Ada yang bahagia secara masokistis dengan ketidakbebasan itu. Ada pula yang menderita dan selalu mencoba bergerilya agar mereka berhak atas uangnya sendiri.
    Saya pernah mendengar seorang wanita berkata, "Tidak baik seorang pria pegang semua uangnya dan punya kebebasan di luar rumah, karena pasti [uangnya] tidak akan jadi apa-apa."

    Tidak baik bagi siapa: pria atau istrinya? Hehehe. Yang tidak baik itu kalau suami menggunakan uang istrinya [begitu juga sebaliknya ding] tanpa tahu diri.

    Link: Skripsi Febby Iskandar tentang pola konsumsi pria metroseksual

    yanti
    March 21, 2006   10:26 AM PST
     
    iklan itu menarik memang.. ternyata oom Kere men-spot juga :).

    aku mirip seperti jeng Naga, shopping pake uang sendiri, suamiku juga. aku ga utik2 pengeluaran suamiku, selama bukan untuk membiayai perempuan lain :P. dalam setahun, bisa dihitung dgn jari sebelah tangan, di mana aku minta dibelikan sesuatu dari suamiku. apalagi sebaliknya, hampir2 ga pernah.

    kadang heran juga liat temen kantor yg sibuk cari 'uang jalu' di luar gaji, karena ternyata gajinya 100% harus diserahkan kpd istri. terlepas dari cukup-nggaknya gaji untuk keperluan sehari2, ga adil aja kalo suami sbg 'penghasil' duit malah ga punya uang saku sama sekali. kasihan :(
    Durin
    March 20, 2006   07:14 PM PST
     
    bener Masé, blog adalah sarana alternatif untuk menyampaikan hal-hal yang tidak aman untuk disampaikan secara langsung kepada pasangan. Semoga Mbakyu baca tulisan ini =))
    mpokb
    March 20, 2006   06:17 PM PST
     
    hehe, begitu liat iklan ini, aye langsung nyengir..
    naga
    March 20, 2006   03:09 PM PST
     
    kasihan juga para suami indo ya? kalo aku sih, shopping pake gajiku sendiri. Suami juga bebas. Tapi ada juga common expense. Alhamdullilah kita ga pernah ribut soal duit...
    macchiato
    March 20, 2006   11:14 AM PST
     
    ...

    krn daya beli impulsif wanita jauh lebih fragil dan superior dibanding pria. maka itulah mereka jadi sasaran iklan.

    toni&guy udah ada di Indonesia, woaah ... kaga mampu motong rambut ke sana, dompet jebol.

    ...
    devie
    March 20, 2006   09:28 AM PST
     
    hua hua hua! aku yakin yang A sampai G itu adalah pengalaman pribadi!
    dewi
    March 20, 2006   08:00 AM PST
     
    hahaha..mungkin iklan itu dibikin krn tau klo cowo itu jauh lebih konsumtif daripada cewe, terlepas dari permasalahn a, b, c , d dan seterusnya :D
    fahmi jelek
    March 20, 2006   07:53 AM PST
     
    hehe... berhubung saya masih singgel, masih boleh jajan sak karepe dewe :p mo ngabisin duit buat belanja aksesoris mobil ya ndak ada yg protes hehehe
    hedi
    March 20, 2006   03:01 AM PST
     
    kalo ada yg istrinya "mendominasi" dan si suami tenang-tenang saja, maka si pria termasuk "obedience".
    sahrudin
    March 19, 2006   11:26 PM PST
     
    no comment. taraf hidup saya belum sampai ke situ. mudah-mudahan nanti bisa merasakannya.
    myr
    March 19, 2006   11:17 PM PST
     
    yah telat aku dr mr. wdd..hehehe..

    eh yg asyik itu kyknya pasangan angelina jolie + brad pitt...

    btw apalah ikatan perkawinan kl jd tirani satu sama lain?

    everybody needs to grow up by being responsible of themselves. if your marriage doesn't support human freedom just leave it
    badu
    March 19, 2006   09:32 PM PST
     
    >> Saya pernah mendengar seorang wanita berkata, "Tidak baik seorang pria pegang semua uangnya dan punya kebebasan di luar rumah, karena pasti [uangnya] tidak akan jadi apa-apa."

    Haaa... trus wanita itu melanjutkan, "Mending buat ikut arisan ibu-ibu aja, kalo menang kan lumayan tuh..."
    ono
    March 19, 2006   06:09 PM PST
     
    Sudah terlihat jelas koq pengalamannya dari KACA matanya yg super tebel itu. Gedubrakkk....
    frozi
    March 19, 2006   05:41 PM PST
     
    sepertinya abjad a-g ini adalah pengalaman pribadi, sepertinya loh. jadi si om sebenarnya udah beberapa kali beristri. nah loh! *ini pasti gosip*
    windede
    March 19, 2006   04:07 PM PST
     
    PERTAMA!!!


    Hmm... ini bukan pengalaman pribadi kan om?

    Atau, kalo boleh tanya, dari A sampai G itu, om termasuk yang mana? Atau masih ada yang H... I... J....
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive