KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    24.1.06 | 09:23
    Pleboi Endonesah
    Kalau majalah lokal mencomot resepnya, tak ada soal. Tapi kalau ikon diboyong, ya ramai jadinya.
    playboy mag: klik untuk memperbesarADA saja orang salah alamat yang menanya saya tentang [rencana] Playboy edisi Indonesia. Jawaban saya standar: "Lho mana saya tahu? Lihat dummy-nya saja belum." Siapa investornya, mau pemain properti, mau pemilik pabrik roti, saya juga tak mau tahu. Yang pegang kendali mau fotogafer atau petugas foto rontgen, ya silakan. Lha kok nulis di sini? Ya biar yang nanya puas.

    Sikap saya sih seperti dua tahun lalu: silakan saja, toh penerbit dan editornya sudah menakar risiko dalam mengindonesiakan isinya yang melokal. Wah, saya pro-pornografi dong? Walah, soal itu saja sejak awal masih membingungkan.

    Terus, kenapa jadi ramai? Saya menduga ini menyangkut soal nama yang melegenda: Playboy, yang di tangan ahli waris, putri dari sang juragan, tetap menjadi sebuah kerajaan bisnis hiburan dewasa. Ya, Playboy adalah ikon.

    Taruh kata ada [dan pernah] sejumlah majalah pria lokal mencomoti resep Playboy, termasuk wawancaranya yang eksploratif itu, tapi dengan pelokalan model berikut posenya, maka khalayak tak terlalu berheboh-heboh. Tapi karena langsung menyandang label Playboy, ya menjadi kontroversial, memicu perdebatan dari soal moral sampai modal dalam bisnis global.

    Kita tahu, Playboy versi sono bukan majalah yang paling menggairahkan dan menggerahkan [atau malah menggerakkan] -- begitu pula Penthouse. Rugi kalau beli edisi reguler majalah itu, karena gambarnya sedikit, mana soft pula. Masih ada sejumlah penerbitan yang meletup-letup. Apakah semua pria membelinya? Tidak.

    Apalagi di sini, misalnya kelak jadi terbit dengan kemasan premium, bukan minyak tanah. Tak semua pria sanggup membelinya. Kalaupun membeli tak semuanya berani membawa pulang ke rumah -- apalagi kalau sudah berkeluarga; mana istrinya galak, konservatif, dan cemburuan terhadap kertas bergambar pula, sudah begitu punya anak laki puber.

    Sekalian melenceng nih, lantas apa yang mengesankan saya dari Playboy [dan Penthouse] sono itu? Dulu waktu saya muda, masa prainternet, ya edisi khususnya [campus gals, lingerie book, office girls] itu -- tapi jangan usil menyoal, berarti setelah saya tua mencari edisi bergambar dosen. Yang lucu dari edisi lingerie, si model akhirnya akhirnya cuma nyangking segitiga penutup.

    Pengalaman norak? Ada. Abad lalu, ketika pertama mengenal internet dan mencoba web browser generasi awal, maka URL yang saya ketikkan adalah http://www.playboy.com. Hanya nama itu yang langsung terlintas. Dan ternyata bukan hanya saya. Beberapa teman wanita juga mengetikkan URL yang sama.

    Link:
    + Bonus
    + Kabayan
    + Model Indon @ Playboy itu

    ismiyanto
    April 5, 2006   04:03 PM PDT
     
    ha,o semu lagi buang tai macan yah koh nongroya di sini hahahahah
    ismiyanto
    April 5, 2006   03:59 PM PDT
     
    liat tunge melulu enak majalah ini top buat orang sangeh
    aRdho
    January 28, 2006   09:01 AM PST
     
    halo..
    cuman mau bilang..

    saya satu ide dengan sampeyan.. :)
    Goldie
    January 28, 2006   03:17 AM PST
     
    percaya atau tidak..
    hari ini adalah hari pertama aku masuk situs playboy.com
    fortuna
    January 27, 2006   06:53 PM PST
     
    Playboyo? Boyolali? Huahahaha! Itu saja sudah bikin saya ketawa kejungkal-jungkil...
    oesoep835
    January 26, 2006   11:52 AM PST
     
    keindahan yang dilarang ...

    :(
    kere kemplu
    January 25, 2006   08:14 PM PST
     
    untuk polisi eyed: makasih berat-dalam-dan-berat

    untuk luigi: dulu waktu muda saya jg sempat langganan :)
    hendra
    January 25, 2006   12:26 PM PST
     
    wakaka Playboyo iki asli Suroboyo yo.... wakaka
    geblek
    January 25, 2006   11:09 AM PST
     
    weh playboyo
    jalansutera
    January 25, 2006   11:04 AM PST
     
    halah, belum muncul kok sudah heboh. biarin terbit ajah, napa? kalo udah terbukti nampilin yang porno, baru boleh dibawa ke pengadilan.

    tabloid seronok sekarang juga banyak beredar kok. nyatanya mereka juga nggak dilarang. iya, khan?

    emang sih... paling aman itu nerbitin majalah komputer atau tabloid/majalah olahraga. kagak mungkin dibreidel. kecuali dibreidel oleh diri sendiri..
    lantip
    January 25, 2006   10:41 AM PST
     
    PLAYBOYO, bermain boyo? hihihi..
    lha ini repot, ukuran moral itu yang gimana to pakdhe? penggarisnya itu pake satuan inchi apa centi? apa malah model pake waterpass?
    Belum mikir urusan ini saya, semalam malah lagi mimpi jadi pendekar, trus motongi tangan para koruptor. haha. pedro bin madesu bin tungi (tukang ngimpi) wekekeek
    lita
    January 25, 2006   09:14 AM PST
     
    haaiyaaaa.... fotonyaaaa... SARU!
    nona cyan
    January 25, 2006   08:54 AM PST
     
    Mereka sudah punya kantor..beneran jalan kayaknya ya?
    abiyar
    January 25, 2006   08:50 AM PST
     
    saya cuma mo dikit kasih komentar pak.
    ada baiknya ntar malem om rasan-rasan sama mamanya raras. gimana ya kalo di cover playboy edisi januari 2026 ada gambar raras yang telanjang di pelukan seorang lelaki bule.
    jaya
    January 25, 2006   08:35 AM PST
     
    Halah, paman Gombal, kenapa hanya gambar pertama saja yang ada versi "gede"-nya ;-) Sayang, nama filenya ada "playboy"-nya, pasti beberapa tempat kena filter.

    Kreatip. Tak tahu, apakah nanti kalau UU Pornografi dan Pornoaksi muncul, blog-2 yang menampilkan ide-2 seperti ini, akan dikejar-2 aparat. Walah, harus siap-2 menyembuyikan identias pribadi nih...
    nananias
    January 25, 2006   07:56 AM PST
     
    kebiasaan koar-koar sebelum kejadian paling entar juga reda sendiri kalo pada mulai menikmati, lha majalah seribuan yang covernya ngga kalah ama playboy tersebar dimana-mana kadang didisplay disebelah bobo pulak. alamak!
    kuda
    January 24, 2006   10:57 PM PST
     
    membalikkan komen anda di blog saya. ya kalo saya ga beli playboy, industri media [ato industri foto? ato industri sensualitas] akan bangkrut, ya ngga?

    jadi, saya akan berpikir untuk membelinya. penasaran aja. tapi 50.000 bos, mahal!
    'ka
    January 24, 2006   10:19 PM PST
     
    people talks and talks and talks... at the end, they still buy the magazines... even those who are 'against' it... hypocrites!
    didats
    January 24, 2006   06:44 PM PST
     
    aku pesen cewe yang di cover pertama dong!
    :D
    kabayan
    January 24, 2006   05:45 PM PST
     
    Jadi kesimpulannya mau ikutan beli nggak pak kemplu?
    Adhi
    January 24, 2006   03:54 PM PST
     
    Keren Pak KK! Anda jago image editing juga yak. Oh, sorry, kan kerjaannya tiap 'ari nyenggol gituan ya. Hehehehehe....
    mpokb
    January 24, 2006   01:16 PM PST
     
    walah bang, di warung aye gambarnya gak keluar semua.. gambar apaan yaak? oh ya, pertanyaan basi, kenapa sih lambangnya kelinci?
    fahmi jelek
    January 24, 2006   12:47 PM PST
     
    bagus mbaca majalah panjebar semangat hehehhh... :D
    nduk
    January 24, 2006   12:21 PM PST
     
    pakde, buat cewek2 ada 'playgirl' gak? :p
    frozi
    January 24, 2006   11:57 AM PST
     
    dulu aku juga pertama kenal internet iseng buka situs playboy. abis yang inget itu, yang lain tau.
    windede
    January 24, 2006   11:18 AM PST
     
    horreee pertama.

    orang playboy biasanya pandai menggombal.

    kalo orang gombal... biasanya (juga) playboy nggak?
    danu
    January 24, 2006   11:15 AM PST
     
    hwahahahaa... lagian situs si pleiboi itu aksesnya cepat yak oom, tau-tau udah kebuka semuanya...
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive