![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
25.8.05 | 01:19
Memaki Presiden ![]() ATAS NAMA DEMOKRASI | Coretan pada pagar sebuah jembatan penyeberangan di Jakarta. Bukan sekadar teks pendek yang mengingatkan kita bahwa makian adalah bagian dari kekayaan kata manusia. Tak terbayangkan bila tulisan itu, apalagi bila poses penulisannya terang-terangan, muncul pada puncak kejayaan Soeharto. Pada masa itu, tulisan hinaan terhadap Harto di indekosan pun bisa membawa penulisnya ke ruang interogasi intel militer. Seorang aktivis berjuluk Iblis pernah mengalaminya. Lantas, sekarang kita boleh memaki presiden kapanpun? Nanti dulu, jika masalahnya adalah pencabutan pasal-pasal haatzai artikelen [penyebaran kebencian] dan penghinaan kepala negara, yang warisan kolonial itu, saya setuju. Nah, kita boleh memaki tapi kita juga kudu sadar bahwa si termaki dan terhina boleh menuntut kita secara hukum. Jadi, meski presiden sekalipun, tak usah menggunakan pasal kuno tadi. Kalau dia merasa terhina ya mengadulah ke polisi, sebagai warga biasa — sama seperti kita, misalnya lho, melaporkan tetangga kita yang melakukan tindakan tak menyenangkan dan atau menghina kita. Enak bener, nggak adil, kalau kita bebas memaki siapa saja tapi si termaki nggak boleh marah. Hmmm... saya pendukung SBY, atau saya orang Partai Demokrat? Saya golput.
Previous Entry * Home * Next Entry |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||