KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    16.6.05 | 22:17
    Bus Way Menurut Bang Taksi
    transjakarta melintasi bus way

    NAMANYA NURDIN. Dia pengemudi Dian Taxi. Tinggal di Jembatan Lima. Hapal jalan tikus sekitar Kota. Tapi dia menganggap WTC Mangga Dua sama dengan ITC Mangga Dua. Tadi, di tengah kemacetan yang terus menggenjot argometer, kami ngobrol. Bus way, menurut Nurdin, "Itu bagus. Sayang bagusnya cuma buat Transjakarta. Kalau namanya bus way mestinya ya buat semua bus. Gitu kan, Mas?"

    Saya terus menanggapnya. Saya jadi pendengar yang baik. "Maksud saya gini lho, Mas. Yang masuk ke bus way itu nggak cuma Transjakarta tapi semua bus kota, termasuk mikrolet. Jadi kalo macet soalnya pada ngetem atau jalan pelan ya silakan aja macet di jalur mereka sendiri. Mobil pribadi nggak keganggu, Mas," katanya.

    Saya bertanya, "Lantas taksi masuk jalur mana?" Dia bilang, "Ya taksi kayak mobil pribadi. Lewat jalur biasa. Kita-kita ini mau tertib asal peraturan ditegakkan betul, jangan ujung-ujungnya duit. Kita mau kok ngetem dan ambil sama nurunin penumpang di tempat yang udah ditentuin."

    Ada lagi kritik Nurdin: "Bus way tuh kalo malem kosong tapi nggak boleh dilewatin mobil lain. Ini kan pemborosan jalan." Sayang, Sutiyoso dan stafnya lebih suka bicara di radio, kurang berminat buka layanan SMS. Kenapa nggak semua jalur komunikasi dibuka saja, Bang? Ya di radio, ya di koran, ya SMS. Kasih kerjaan tuh para anggota staf Humas DKI.


    eyi
    June 21, 2005   05:53 PM PDT
     
    huehehehe... oke deh, Bang Nurdin... Siplah :)
    angga
    June 20, 2005   09:34 AM PDT
     
    andong way ono gak mbah??? soale mbuh taghu kapan Jogja meh di gawe BuswaY juga...........
    mpokb
    June 19, 2005   10:14 AM PDT
     
    wah, yg merancang transportasi kota jarang pernah naek bus atau mikrolet bang.. kalau pun pernah, mungkin di nagri, bukan di betokaw.. :)
    Sekuter
    June 18, 2005   12:47 AM PDT
     
    enak yaa ... laporan sambil jalanē naek taksi :)
    Mimi Hitam
    June 17, 2005   03:53 PM PDT
     
    Kota kita gede di gengsi ya:)) heuheuhe...
    lantip
    June 17, 2005   11:53 AM PDT
     
    sutiyoso lebih memilih mengayomi preman daripada mengayomi masyarakat. ya sudah, rakyatnya jadi preman saja semua. :p *siomay-si? sutiyoso?*
    didats
    June 17, 2005   09:27 AM PDT
     
    weks... sudut pandang yang sangat beda ya... ;)
    lenje
    June 17, 2005   02:26 AM PDT
     
    vox populi, vox Dei
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive