KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    26.4.05 | 15:23
    Petunjuk daripada Juragan Kedai untuk yang mana Konsumen
    kedai anyar, harga relatif murah

    HANYA selembar artpaper 120 gram, ukuran 7,7 cm x 3,9 cm. Dicantelkan pada sedotan besar khas bubble tea yang ujungnya masih berpeci kertas. Bagi saya itu sangat berharga. Sebuah petunjuk cara menikmati minuman seharga Rp 5.000, dari sebuah kedai masakan cina cepat saji milik PMA asal Filipina, yang makanan dan minumannya disertifkasi halal oleh MUI Jakarta. Di kedai itu masih ada poster panduan cara menikmati dessert bernama Halo-halo. Bagi saya adalah kewajiban setiap kedai untuk menjelaskan cara penikmatan sajiannya. Hak dan kehormatan bagi setiap pramusaji, termasuk manajernya, untuk menerangkan, apalagi kalau kita membayar tambahan untuk pajak dan layanan. Saya tak pernah malu bertanya kalau bingung menghadapi menu yang tak saya pahami -- apalagi kalau bahasa Prancis dan bahasa Mandarin [di Jakarta Kota, ada beberapa kedai yang menunya pakai tulisan Cina ]. Tak malu pula saya untuk mengakhiri kebingungan dengan meminta saran kepada pramusaji: "Apa yang Anda banggakan dan cocok untuk saya?" Pernah teman saya, karena sok pede dan jaim, takut dianggap ndesit, langsung main order di sebuah resto ala Meksiko, dan dapatnya cuma lumpia kecil dan setelah itu menyumpah-nyumpah. Saya pernah kesal terhadap pramusaji Gloria Jean's Coffee karena mereka, termasuk kasirnya, seperti marah waktu saya minta penjelasan sajian yang cocok untuk anak-anak saya. Sungguh santun salah seorang dari mereka bilang, "Baca, dong!" Saya dalam hati menuduh [semoga tidak benar], bahwa ketika belum jadi barista di situ dia juga belum khatam sajian di kedai majikannya. Sejak itu saya kapok ke Gloria. Jadi bangkrutkah mereka? Tentu tidak. Tapi untuk mengadu ke duty manager soal ginian kadang saya nggak tega. Boleh jadi mereka ketus karena sedang ada masalah. Kalau gara-gara saya lantas kontrak masa percobaannya nggak diperpanjang kan kesian gitu. Saya pernah urung mengadu ke duty manager setelah seorang kasir pasar swalayan besar melemparkan koin kembalian kepada saya, tanpa menengok, malah ngobrol dengan kasir lainnya. Tapi kalau dipikir-pikir, siapa yang harus ikut mendidik mereka kalau bukan konsumen, yaitu kita? Nah perangsang bagus untuk konsumen diberikan oleh AlfaMart dekat rumah saya. Kalau kasir lupa menanyakan kartu anggota maka konsumen akan mendapatkan sebungkus mi instan goreng.


    naladipes
    April 28, 2005   09:41 AM PDT
     
    jadi koleksi mie instan goreng goreng nya dah berapa dus om?
    nurul
    April 27, 2005   07:58 PM PDT
     
    hehe..kadang2 tuh kita suka jaim, gak mau nanya makanan ini jenisnya kyk apa soalnya gak mau ketauan baru dateng sekali ke resto itu :) nice blog!
    tma
    April 27, 2005   06:15 PM PDT
     
    pelayanan menyebalkan = kapok. kalo semua konsumen kapok, bangkrutlah itu usaha. :D pakabar pak de? lama gak mampir ke sini.
    Name
    April 27, 2005   12:34 PM PDT
     
    belum pernah ke tempat begitu..ndesit..ya wis to! :)
    Qky
    April 27, 2005   10:53 AM PDT
     
    Hahaha jadi inget pelem Bang Ben alm. sama Mas Bagyo alm. juga,
    ke Resto, kagak ngarti menu, asal pilih, ujung-2nya....ACAR lagi...ACAR lagi hahahaha
    mpokb
    April 26, 2005   11:23 PM PDT
     
    kalo pelayanan buruk mungkin karena gaji kurang? padahal kalo gitu kok pelanggan kan jadi males kasih tip yak..?
    fade
    April 26, 2005   09:20 PM PDT
     
    kalau saya biasanya minta penjelasan si ini harganya berapa. Terutama jika menunya nggak ada harganya hehehe.. Paling enak mang cari menu yang ada gambar makanannya.
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive