![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
5.4.05 | 00:01
Kaos atau Safari Ya? ![]() Mendiang Mbah Putri saya menyebutnya kawos. Maksudnya ya kaos. Kaos oblong. T-shirt. Baju-T [menurut Dagadu]. Saya senang memakainya. Kaos itu murah [lebih murah daripada baju, setidaknya kaos saya lho], enak dipakai, termasuk ngantor [juragan saya yang selalu berkemeja tak melarangnya]. Saya memakai kalau enak dan cocok. Kadang juga asal ambil dari tumpukan teratas kalau penata baju pascasetrika tak menerapkan prinsip first in first out ala manajemen gudang. Kaos terus bertambah. Lemari penuh. Untung istri saya tak mengeluh. Kadang keajaiban datang ketika membongkar tumpukan. Ada kaos yang masih sayang untuk dijadikan lap, dijadikan gombal, tapi untuk dipakai pergi juga mengganggu mata karena sudah agak mangkak. Misalnya kaos yang terfoto itu. Belakangan saya mikir, kenapa ya saya sering nggak tahu diri. Teman sebaya, terutama di kantor lain, selalu berkemeja, saya masih beroblong, padahal saya makin menua. Saya pernah diledek "Ih kayak kaos ABG", bukan oleh teman sebaya, tapi seorang nona eh nyonya muda belia, karena memakai kaos bergambar popart ala Lichtenstein bikinan Eddie HaRa dan Ong Hari Wahyu [saya nggak kenal mereka]. Tapi yah untuk bikin setelan safari saya belum ada biaya. Bahan dan ongkos jahitnya mahal. Sudah begitu kalau datang ke tempat yang salah akan dipersilakan menunggu di ruang khusus, dan orang-orang yang duluan hadir akan menanya, "Situ bawa Volvo atau Mercy? Atau Alphard? Serena? BMW7? Bosnya laki atau perempuan?" Yang bawa Kijang, apalagi Zebra, ngumpulnya misah. Tapi nasib mereka sama: sering dipanggil melalui public address, dengan musik do-mi-sol-do, do-sol-mi-do [garis bawah naik satu oktaf]. Ya sudah, pakai kaos saja.
Previous Entry * Home * Next Entry |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||