KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    3.4.05 | 22:36
    Gembok Raib
    gembok!

    Gembok pintu halaman rumah saya hilang. Saya nggak tahu siapa yang mengambilnya. Tetangga saya sudah tiga kali kehilangan gembok. Dia juga tidak tahu siapa yang mengambilnya. Yang jelas dia kapok untuk menggerendel pintu halaman. Saya belum kapok, tadi beli gembok anyar.

    Sebelumnya, dua kali sudah bel pintu rusak. Tombolnya ambles karena dipencet pol terus menerus oleh tangan iseng. Penyebabnya? Saya duga mereka penasaran kenapa bunyi bel kadang tak terdengar dari luar, apalagi jika banyak motor lewat. Kami, warga rumah keluar, itu anak masih mencet bel. Setelah itu lari. Jenis bel terakhir nirkabel, tombol tak terhubung dengan kabel, dan itu malah bikin penasaran anak-anak nakal. Saya pernah jengkel, seorang anak memencet bel, dan orangtuanya cuek saja, berjalan di depan. Sekarang saya nggak pakai bel rumah. Meniru beberapa tetangga yang duluan kapok. We have to live with the sempruls in a gombal society...


    ciput
    March 11, 2008   12:50 AM PDT
     
    Saya barusan kehilangan gembok depan rumah, terus tadi siang (Senin 10/03) teman saya di Rawamangun malah sudah dua kali... ini fenomena aneh sih???
    melly
    April 4, 2005   05:27 PM PDT
     
    sama dong, gembok rumah juga selalu ilang, aneh banget deh. kapok deh beli yang mahal2. btw, giliran gemboknya gak ilang, kuncinya pula yang ilang. tobattt
    poy
    April 4, 2005   05:15 PM PDT
     
    piara anjing, oom! work for me ;)
    didats
    April 4, 2005   02:34 PM PDT
     
    hahaha...
    ada ada saja jakarta ini.. gembok pun bisa hilang.... :D
    mpokb
    April 4, 2005   12:45 PM PDT
     
    kadang2 orang lupa, milik pribadi dianggap milik umum, milik umum dianggap milik pribadi... :)
    lenje
    April 4, 2005   11:59 AM PDT
     
    ya ampuuunn...!!!! turut berdukacita atas raibnya gembok rumahnya mas!!!! kok ada ya kolektor gembok di lingkungan rumah mas kere? jadi inget, waktu tinggal di surabaya, pompa air kami raib juga, padahal ada anjing (yang walaupun gak galak tapi ribut), pagar tinggi + tajam, di tepi jalan raya, dan -- ironisnya -- berseberangan dengan kantor polisi. waktu lapor, kita komentar: "kok berani ya pencurinya, nyolong di rumah depan kantor polisi?". eh, polisinya tersindir, terus njawab: "kita kan gak bisa ngawasi semuanya bu!".

    hihihihi.... padahal kita gak ada maksud apa2, cuma komentar doang! beneran!
    Qky
    April 4, 2005   09:38 AM PDT
     
    Hahaha...(maaf, bukan ngetawain lho... cuman inget WARKOP)

    seorang bocah nampak kepayahan menggapai bel... alm.Dono (atau alm.Kasino ???) lewat...
    "Kenapa, dik ?"
    "Tolong, dong Oom"
    "Sini, ta pencetin"

    Setelah bel berbunyi,
    "Kabur... Oom lari, oom..."
    Li2n
    April 4, 2005   08:41 AM PDT
     
    hai ... sehat kan ...
    siberia
    April 4, 2005   06:45 AM PDT
     
    nggak kebayang ya kalo diganti ama interkom(?, saya nggak tau namanya, tapi banyak dipakai disini, dan nempel di dinding rumah/apartemen) pasti udah ilang/rusak dari dulu dulu ya..:)
    loucee
    April 4, 2005   12:53 AM PDT
     
    ganti lonceng aja mister, seperti lonceng di sekolah. siapa tau bisa bikin kapok yang iseng [*KLENENG.. KLENENG..!* "hah? belnya bunyi! masuk kelas.. masuk kelas!!"]
    nona cyan
    April 4, 2005   12:45 AM PDT
     
    lho? nyuri gembok tapi nggak malingin rumahnya? Mungkin gembok sedang jadi komoditi hangat di pasar gelap.
    orang iseng
    April 4, 2005   12:42 AM PDT
     
    tiing tuunggg!
    tiing tuuungg!
    boit
    April 4, 2005   12:40 AM PDT
     
    ko ada yang nyuri gembok ya ? emang gemboknya dibikin dari apa sih ? ada berliannya ya ?
    kalo urusan bel pintu, bikin bel pintu yang ngga' terjangkau sama anak2.. dirumah saya juga gitu.. alhamdulillah, ngga' banyak yang iseng.. [atau mungkin mereka tahu, bapak saya galak.. hihi]..

    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive