KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    31.3.05 | 10:03
    Buang Air, Utang Air
    cuci mobil yang katanya otomatis itu

    Terus dan terus kita berutang air kepada tanah. Kepada tanah yang kita sebut sebagai tanah air. Kita hanya mau mengambil, tapi enggan mengembalikan. Kita cuma mengandaikan hujan akan melunasi utang kita, dan kita berlagak tak paham bahwa air hujan tak semuanya terserap oleh tanah tetapi terbuang ke got, kali kecil, sungai besar, akhirnya ke laut -- ya, kita merasa sudah mengembalikan air kepada alam. Kita biarkan seluruh halaman kita tertutup semen dengan kilah rumah kita kecil dan sempit, padahal di bawah car port pun masih bisa dibikin sumur resapan yang jika airnya membludak tinggal kita salurkan ke got. Jika rumah terlalu kecil, jarak antarbangunan terlalu rapat, masih ada kesempatan untuk membuat resapan. Gali saja di pertigaan gang dan di tengah lorong. Yang penting sebagian air hujan kita kembalikan ke tanah. Kita terus berutang air dengan jet pump berdaya sedot tinggi. Gedung-gedung tinggi menyedot lebih besar, dan membuang semuanya ke saluran yang akhirnya bermuara ke laut. Kita berutang. Pengelola jasa cuci mobil -- termasuk cuci otomatis tapi masih mengerahkan belasan orang itu -- merasa jadi pengusaha bersih, sudah membuang semua grey water ke got. Mereka merasa telah ramah terhadap lingkungan, karena yakin samponya untuk mobil tak mengandung deterjen. Toko cat tak merekomendasikan deterjen semata demi keawetan cat mobil, bukan lantaran menakar kesanggupan tanah dan air untuk mengurainya. Kita terus berutang dan hasilnya adalah neraca pahit. Saat hujan kita menuai genangan, bahkan banjir. Saat kemarau pompa air kita menjerit karena hanya bisa menyedot lumpur dan pasir. Kalau sesuai jadwal, tak lama lagi kemarau tiba, tapi kita merasa urusan kita saat ini adalah hujan, genangan dan banjir. Adapun urusan tanpa musim adalah kita jadi pelanggan air galonan, termasuk yang isi ulang, karena air tanah kita tak layak minum, tercemar oleh E.coli [keren juga untuk nama band atau perusahaan rekaman]. Kita terus berutang dan berutang sambil membuang-buang.


    Ellie29
    February 20, 2010   06:26 AM PST
     
    If some students stuck with analysis essay creating, hence I would recommend to buy essay from some professional <a href="http://quality-papers.com/topics/classification_essay">custom classification essays</a> service in such situation.
    Abangtomato
    April 3, 2005   11:17 PM PDT
     
    Makanya nabung air....bikin sumur resapan di rumah...setidak-tidaknya halaman rumah jangan semuanya di beton. Car port pake conblok sepertiga luasnya aja. Yang lainnya biarin tanah asli.
    Abang seneng kesadaran kayak gini. Keep on "water reservation campaign" Mbah!
    Name
    April 2, 2005   07:30 PM PST
     
    daerah tadah hujan dideket rumah malah jadi tempat pembuangan sampah :( tegaa...
    boit
    April 1, 2005   11:09 PM PST
     
    enaknya gimana ya ? hhhh... manusia manusia... hhh...
    bertie
    April 1, 2005   01:30 PM PST
     
    apalagi kalo dibuang ke ciliwung....dulu sepupuku yg sekolah di IPB bikin penelitian tentang ikan sapu2 ciliwung..ikan2 itu bisa mencapai bobot 30 kg!jadi..limbah bisa menguntungkan?
    poy
    April 1, 2005   12:20 PM PST
     
    hmm.. air ya..
    karena masih blom bisa dibilang sulit utk didapatkan (stidaknya di daerahku :p) kita jadi ngga' peduli memang..
    ide sumur serapan n menggali di pertigaan gang dan di tengah lorongnya boleh tuh oom! disampein ke ketua RT/RW kaliii ;)
    lantip
    April 1, 2005   10:15 AM PST
     
    hutang yang dibuang. karena hutangnya berupa kotoran? karena pejabat kita suka makan kotoran?
    saya pernah bilang pada kawan-kawan yang di akar-rumput, terutama pada funding-minded, bahwa mereka hanyalah mengorek air --maaf-- kakus negara kaya. dan demikianlah kenyataannya.
    Eka
    April 1, 2005   09:10 AM PST
     
    Natr saya coba cuci motor saya gak usah sering-sering..
    Juga pakai air secukupnya saja mungkin 2 ember yah..
    Eh satu ember aja deh..
    Soalnya di kost saya sekarang, full pake air tanah..
    Nanti saya coba tempel print kertas saran penggunaan air di kamar mandi kost..
    Name
    March 31, 2005   05:13 PM PST
     
    gimana yah kira² karo orang gak boleh/pernah buang air? :P
    mpokb
    March 31, 2005   04:34 PM PST
     
    karna gak sanggup kelola air sendiri, PAM DKI harus minta tulung sama inggris dan prancis.. jadi deh sambil menyelam buang air.. hehehe
    Qky
    March 31, 2005   03:23 PM PST
     
    anak band E.coli, bisa "mencret" diatas panggung dong, Oom :P
    lenje
    March 31, 2005   12:01 PM PST
     
    wah, aku kok tetep aja pake cara tradisional ya: masak air keran, yang -- maafkan aku ibu bumi -- disedot dari tanah. enggak bayar PAM, enggak pake beli air galonan. masih sehat tuh sampe sekarang. terbukti kesehatan awet sampe di negeri orang. temen2 kantor yang sudah belasan dan puluhan tahun tinggal di sini kena batuk-pilek sepanjang musim dingin, aku masih gagah perkasa. mungkin bisa bisnis impor air indonesia yang walau tercemar tapi menguatkan badan? ;)
    badu
    March 31, 2005   11:22 AM PST
     
    E.coli? ada nama band Echobelly dari London :p
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive