KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    3.3.05 | 11:01
    Kupenuhi Panggilanmu Wahai Pak Pulisi
    saya nggak ke sini kok...

    Kemarin saya datang ke kantor reserse Polda Metro Jaya. Diperiksa. Ditanyai ini-itu. Capek. Bukan sebagai tersangka. Tapi disebut korban pun belum. Disebut saksi juga belum. Kayaknya sih tergolong pelapor, gitu. Lho, kalau lapor mestinya saya yang datang atas inisiatif saya, bukan dipanggil dengan surat resmi kan? Embuh ah. Mbak Tahuhukum dalam setelan hitam-hitam [bukan dari kantor Ally McBeal], yang mendampingi saya, yang lebih tahu. Dia yang sebelumnya kasih tip jawaban. Dia juga yang kadang menjawabkan. Pokoknya saya anak manis. Nurut. Manut.

    Ini yang bisa saya ceritakan...

    gerbang markas polisi dijaga oleh bukan polisi Pulisi swasta. Wong namanya markas pulisi kok gerbangnya dijaga oleh petugas satpam. Ke mana itu pulisi anyaran kelas bharada/bharatu [sekarang apa namanya?]. Ah, saya jadi teringat, dulu ketika heboh soal duit Bulog di inner circle Gus Dur, duit semiliar dari Siti Farika disetor ke kantor polisi pakai mobil lapis baja Securicor [jasa pengamanan swasta].

    Buku bajakan. Pedagang bisa masuk ke ruang reserse. Apa yang dia jual kepada Pak Pulisi berdasi yang barusan gajian dan hampir semuanya pakai Nokia Communicator, sebagai pelengkap ponsel lain yang lebih kecil itu? Buku-buku hukum -- sejak KUHAP, KUHP, pengamanan TKP dan segala undang-undang. Beberapa di antaranya adalah... fotokopian yang terjilid rapi, pakai hard cover. Sayang si pedagang, seorang inang, tak membawa buku dan pilem Serpico. Nggak tahu ya, apa dia punya stok Starsky & Hutch dan Police Academy.

    Rapsodi ala blog. Pak Pulisi pakai komputer, menulis dengan Word. Kalimatnya kadang aneh, apalagi ejaannya. Tanpa template, cukup menimpa file lama dengan ketikan baru, lantas "Save as...". Akibatnya: dalam salah satu paragraf berkas kasus saya ada serentet kalimat aneh, yang tercomot dari pengaduan Osman Sapta [politikus & pengusaha asal Kalbar] terhadap bos Metro TV [Surya Paloh?].

    ini ruang lobi, bkn ruang bos reserse Pilem-pileman. Selagi interogasi berlangsung tiba-tiba listrik padam. Ruangan tanpa jendela yang berjejal itu jadi gelap gulita dan gerah. Satu reserse minimal menghadapai dua orang. Kalau ada delapan reserses hitung saja jumlah orang di ruang itu. Dasar reserse, dalam sekejap ada kabel dari luar tersambung, dan byak...! Komputer menyala kembali, ruang gelap cukup disinari satu bolam yang menyilaukan. Setrumnya ya dari kabel juluran tadi. Ruang bos reserse terkuak sedikit pintunya. Dia pakai lampu darurat di mejanya. Yang tampak dari luar adalah siluet dan bayangan besar di tembok ruangannya. Kayak ngeliat pilem detektif [eh detektip]. Gaya tenan! Bawahan keluar-masuk ke ruangannya, bicara kepada si bayang-bayang. Saya nggak memotret adegan filmis, eh pilmis, itu karena mereka lagi alergi sama kamera :). Lagian dengan cahaya selemah itu saya nggak bawa tripod dan nggak nemu tatakan supaya gambar nggak goyang.

    Cerita lain? Belum. Oh ya ini. Setelah demiliterisasi, sehingga tak ada istilah komando maupun komandan, sebagian polisi, eh pulisi, masih memakai sapaan "ndan". Orang sipil [eh ya, pulisi juga sipil ding] menirunya, menyapa atasan "ndan" sebagai pengganti "bos". Gitu Ndan, laporan saya. Delapan Enam! Krsxzccc... Di sini gombal satu, gombal seratus di mana? Krsxzccc...

    Eh, ada lagi. Mumpung masih ingat nih. Setiap ruang kerja di Polda ada TV. Jangan-jangan, yah jangan-jangan..., laporan lapangan terkini justru didapat dari TV, baru kemudian dari "anak-anak" [gaya komandan untuk menyebut anak buah, padahal anggotanya sudah tua] di polres, polsek, pospol. Hidup TV! Hidupin tuh TV-nya!

    golda
    March 29, 2006   08:16 AM PST
     
    aneh bin ngajaib...
    Mimi Hitam
    October 11, 2005   04:22 PM PDT
     
    untung masih ada komputer dikit pakde, daripada pake relief. Pulisi manual kapan kelar tuh kerjaan yak. Eh pakde mau tanya, kira2 pengambilan sidik jadi di TKP itu ngaruh gak ya, kayaknya kok saya gak pernah didata ya sidik jarinya. Kalo ada penjahat yg bisa beraksi tanpa saksi dan jejak, dan ndilalah ada sidik jarinya, apa iya bisa tau itu sidik jari sapa, apalagi kalo tuh penjahat baru beraksi alias kagak pernah nginep di penjara. Bingung aku....
    kagakbecus
    March 3, 2005   06:49 PM PST
     
    hiahiahiahiahiaa,..... ato jangan2 ketambahan frenster jadi makin telat aja tuh kerjaan mereka.... hiahahiaaaa, gk bisa liat awewe, dasar interkom-minded!
    Krrrzcccc...laporan Ndan (tergopoh-gopoh) saya barusan dipukulin massa....krszcccc..!
    pedagang kaki lima
    March 3, 2005   06:15 PM PST
     
    Krrrkkk disini kadal muda kepada kadal buntung dan kadaluarsa .. apa disana masih delapan enam ...?? .... kadal kadal .. jawab !!
    mpokb
    March 3, 2005   05:54 PM PST
     
    :: kata temen saya yg wartawan tipi, waktu di kampung sono ada gerebek judi togel.. penjahatnya pada kabur lantaran liat mobil kru tipi, bukan mobil pulisi... dia juga sering main bola lawan para pulisi ituh.. kompak lah gituh.

    :: kata polisi bahasa, yg benar "indra", bukan "indera" (berani bilang gak? :P)

    :: detektip hunter kalo panggil atasannya "chief", di sini udah telanjur kumendan (mungkin peninggalan londo?)

    tma
    March 3, 2005   05:20 PM PST
     
    mudah²an urusan dg pak pul lancar² saja, pak. :)
    Yudi
    March 3, 2005   05:03 PM PST
     
    ngomong2 gara gara kebanyakan liat filem India, gimana ya inspektur vijay kantornya ...
    lantip
    March 3, 2005   02:29 PM PST
     
    krrrkk... gombal seribu sedang nge-gombal ganti.. krrrrrrkkk...
    krrrr... gombal seribu, ini komandan ganti.. krrrrrrrrkkkkk...
    krrrkkk.. oh maaf, ndan, saya pikir gombal lima ratus, prekuwensinya berapa ya dia? ada prendster ndan? ganti.. krrrrkkk...
    krrrkkk... prenster norak™ ganti.. krrkkk...
    thuns
    March 3, 2005   01:36 PM PST
     
    lha ada apa tuh mas?
    wah pulisinya pada pake komunikator? padahal setahuku rata-rata pulisi tuh gajinya cuman.....
    hemmmm yu know lah!
    siberia
    March 3, 2005   12:25 PM PST
     
    wah ngelaporin apa mas?

    "sidik sakti indera waspada" bagus ya motto bagian reserse, baru tau aku..:)

    aku cuma ingat jalesveva jayamahe saja..
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive