KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    22.2.05 | 17:59
    Curang
    Apa sih yang disebut "curang"? Mungkin dishonest. Barangkali bisa juga honest, karena terang-terangan, tapi menyimpang dari aturan permainan. Atau boleh jadi berlaku tidak adil, unfair, terhadap pihak lain...

       

    Sekarang lihatlah trotoar. Juragan kantor pada gambar di atas itu dengan enak menyekat trotoar agar dua city cars dan lima-enam motor pegawai bisa terparkir melintang mengalang jalan. Kalau Anda masih berminat melintas, karena merasa berhak atas trotoar, masukilah lubang selebar tak sampai 80 cm pada tembok. Anda akan tersandung roda motor yang terparkir dan daun pintu kantor.

       

    Sebetulnya tak salah bila pemilik dan penghuni bangunan yang mepet trotoar ingin sekadar mempunyai sebuah bidang tambahan, sebagai pembatas trotoar dan dindingnya. Persoalannya, bidang itu diambil dari trotoar atau kapling masing-masing? Foto kiri atas, yang ada petugas satpam bernama Pak Petrus itu, memilih memangkas kaplingnya sendiri, lantas memasang pintu lipat sebagai penutup dinding kaca. Foto di sebelahnya juga sama ceritanya. Kedai jus buah itu merelakan kaplingnya. Tapi saya tak tahu, apakah sisi luar peninggian lantai teras berpola papan catur itu pas dengan batas, sesuai sertifikat tanah. Adapun foto di bawah, mengulang cerita foto paling atas. Rumah makan anyar bekas Ayam Goreng Fatmawati itu mengambil trotoar untuk meja racik.



    Apakah kantor penyekat trotoar dan rumah makan pengadang trotoar itu curang? Saya tak menanyai mereka. Kenapa? Saya berprasangka tuan-tuan di kantor walikota yang digaji dengan pajak rakyat untuk membereskan lingkungan pun tak pernah menanyai mereka.

    Demikian surat saya dari seruas jalan ramai di Jakarta Barat, tentang bangunan-bangunan yang bertetangga.

    Salam,
    Saya

    ono
    March 19, 2006   02:07 AM PST
     
    nama lain dari trotoar apa sih...
    ono
    March 19, 2006   12:01 AM PST
     
    nama lain dari trotoar apa ya ?
    didats
    February 24, 2005   08:23 AM PST
     
    trotoar sering disalahgunakan....
    kasian ya si trotoar... :D
    fahmi
    February 23, 2005   02:23 PM PST
     
    wah rupanya yth kere kemplu ini sangat concern sekali dg jalan, lalu lintas, dan segala macem aksesorisnya ya... doyan keluyuran toh pak?
    atta
    February 23, 2005   10:54 AM PST
     
    kenapa jadi mbahas trotoar terus? :D

    *tetep gak ada trotoar di karet*
    pedagang kaki lima
    February 23, 2005   08:56 AM PST
     
    di Indonesia kalo nggak ada yang curang jadinya nggak asik, koran kurang oplah, televisi kurang berita dan tentu saja anda tidak ada bahan untuk ditulis ... :D



    cheeers :D
    melly
    February 23, 2005   07:37 AM PST
     
    "kata" yang tepat banget dan gak pernah kepikir: curang!
    bagas
    February 23, 2005   07:28 AM PST
     
    iyee kadang2x kita sebagai pejalan kaki diambilhaknya..dan terpaksa ngambil hak kendaraan bermotor..ditabrak degh jadinyaa :(
    afif
    February 23, 2005   12:01 AM PST
     
    eheheheh aku kalo jalan lewat pecinan sering, liatin kebawah "menunduk" takut kalo kali aku menginjak barang dagangan orang. abis trotoar sudah umun dijadikan kawasan bebas berjualan. dan tetangga aku pernah cerita kalo dagangannya juga sering kena "tibum".
    katanya ada pajak keamanan. masih bayar biaya kebersiahan segala, persekot pada dinas setempat tiap bulanya. plus tetek bengek segala. pakdhe cuman bisa ngomong "curang" lah siapa yang curang. ?????????????.
    mpokb
    February 22, 2005   11:26 PM PST
     
    susah mau tertib di kota yg sudah telanjur matang. apalagi imb dijadikan objekan. jangankan membela hak atas trotoar untuk pejalan kaki, peruntukan wilayah aja bisa berubah. makanya daerah resapan bisa jd real estat dan tanah makam jd apartemen -meskipun sama2 hunian :D
    viga
    February 22, 2005   10:13 PM PST
     
    weleh... banyak aja.. masalah di jalan... :(
    -inex-
    February 22, 2005   06:24 PM PST
     
    hmmm yahh... lumayan bisa dipake buat orang2... :S... ga curang juga kali yah.. :D
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive