KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    25.1.05 | 09:27
    Tabloid & Tabloid
    Empat kali, dalam kesempatan berbeda, saya menjelaskan kepada empat orang yang berbeda, juga di tempat yang berbeda, tapi reaksi mereka sama, meski sudah saya duga: "Tabloids? Wow!" Mereka bukan orang Indonesia. Saya sedang menjelaskan bahwa si Anu dan grup penerbitannya itu punya banyak tabloid.

    Apa boleh buat. Saya dan banyak orang memaknai tabloid semata sebagai format fisik barang cetakan, sama seperti page size pada desktop publishing, bukan pada kandungan pesannya. Tapi bagi sebagian orang luar, tabloid adalah koran kuning, koran sensasional, sehingga ada istilah jurnalisme tabloid. Ya, macam The Sun London, terkenal dengan Halaman 3-nya yang bergambar cewek yang belum bisa pakai baju dengan genah, tapi banyak juga lho yang mendaftar lantas setelah menang dipampangkan [makanya di sana ada istilah "cewek halaman 3" -- yang pasti penata halaman itu bukan imponk]. Juga sejenis Daily Mirror yang punya halaman hot soal pelangsingan. Tapi, ah, koran tua usia dua abad The Times pun bikin tabloid dalam pengertian fisik. Kalau pakai kaca mata agen ganda [ya agen koran, ya agen majalah], The Guardian yang kecil itu mestinya juga tabloid. :D

    Saya kurang tahu pasti sejak kapan tabloid, yang jelas dinyatakan sebagai tabloid, muncul di Indonesia. Apakah akhir 70-an, ketika Aristides Katoppo dan Bondan Winarno, juga Don Hasman, bikin Mutiara yang kaya akan fitur itu, sebagai titisan majalah keluarga milik Sinar Harapan? Setelah itu, sekitar 1984, muncullah Bola, yang dibidani wartawan olahraga Kompas Sumohadi Marsis dan Ign. Sunito. Lho kok langsung bilang "setelah itu" sih? Bisa saja sebelum Mutiara sudah ada tabloid yang memang menyatakan diri sebagai tabloid.

    Apapun sejarahnya, kita di Indonesia cukup membedakan tabloid dari namanya atau sajiannya. Jadi tak langsung menghakimi bahwa setiap tabloid adalah "menjual daging" [istilah ini saya pinjam dari seorang teman cewek]. Kan ada tabloid yang jualan mobil dan motor, masakan, berita ekbis, dan tentu saja tren teknologi digital [ehm!]

    NB: manakah yang termasuk tabloid di sini? :)

    joy
    July 23, 2007   02:41 PM PDT
     
    membutuhkan koresponden untuk daerah, syaratnya hubungi email., kepala.biro@yahoo.co.id
    Qky
    January 27, 2005   11:55 AM PST
     
    maaf... Blog Kangmas tidak segempal TABLOID... kebanyakan tulangnya ketimbang daging hihihihi lagi :P
    Qky
    January 27, 2005   11:53 AM PST
     
    Tabloid ? kagak masalah, asal jgn bikin polling 'kontroversi' kayak dulu, di bredel dan nginep di hotel prodeo. kasiaan

    btw, Blog Kangmas boleh di sinyalir TABLOG nih hihihihi :P
    siberia
    January 26, 2005   11:04 AM PST
     
    tabloid yg enak di baca dan perlu (lho) ya tabloid bola:)
    Hasan Aspahani
    January 26, 2005   08:59 AM PST
     
    Itoelah apa kata saja. Si Boit salah lagi toeh soal tabloid. Intinja itoe perkara oeroesan fisik sadja. Bukan isinja. Begitoe kan, Om Gombal?
    didats
    January 26, 2005   07:58 AM PST
     
    memang ada apa dengan tren teknologi digital? kok pake ehm sgala yak?
    bakul tipi
    January 26, 2005   03:41 AM PST
     
    hehehe, betul.. betul.. tren teknologi digital.. *wink*

    (salah sendiri pake "ehm" segala..) :p

    lha kalo "buletin" itu artinya apa yah? awas kalo sampe jawab "temennya kotakin". :)
    atta
    January 25, 2005   08:23 PM PST
     
    tabloid?
    sounds familiar
    hehehhehhee
    itulah kenapa saya tetap menanti pulang kembali ke harian...
    boit
    January 25, 2005   07:50 PM PST
     
    tabloid = lipstik, eksotika, pop.. lampu merah (terlalu keren kalo lampumerah dikategorikan koran..)
    mm.. apa lagi ya ?
    :P
    Hasan Aspahani
    January 25, 2005   05:01 PM PST
     
    SEBELOEM saja loepa. Istilah tabloid itoe rasanja dipopoelarkan oleh Mas Wendo, bersamaan dengan meledjitnja MONITOR yang joega saja gemari itoe. FEELING saja berkata, Anda pasti poenja tjerita soal ini... Saja menoenggoe sadja...
    Hasan Aspahani
    January 25, 2005   04:30 PM PST
     
    PAK Kere "Gombalism" Kemplu jang baik. Seperti nama Anda yang pasti boekan nama sebenarnya, saja djoega tjoeriga photo Anda itoe joega boekan photo jang aseli. Begitoe boekan? Tak perloe didjawab, siapa poen Anda, saja sedang kesengsem sama Anda. :-) Djangan koewatir, he he he, saja joega boekan pentjinta sedjenis, Om...
    Hasan Aspahani
    January 25, 2005   12:21 PM PST
     
    OM GOMBAL YANG tidak kere, setelah membatja GOMBALABEL satoe lagi ketjurigaan saya timboel. Anda ada perselingkoehan apa dengan LEBOYE? Ah, tjurigaan amat ya? Saja tjoema soeka kreativitasnya itoe sadja. Saja poen moelai ketoelaran goembalism, nih........
    kere kemplu
    January 25, 2005   10:21 AM PST
     
    namanya juga orang muda, anda suka lompat-lompat kan? maka butir *ketiga* saya isi saja: apalah saya yang hamba sahaya ini :P
    Hasan Aspahani
    January 25, 2005   10:11 AM PST
     
    PERTAMA, saja tadinya tidak begitoe pertjaya kalaoe Om Kere Kemplu ini memang soedah "beroesia". Tapi, setelah membatja postingan ini, perkiraan saja tadi mengendoer sendiri.

    KEDEOA, tahoekah Om Kere kenapa MUTIARA itoe tidak terbit lagi? Itoe batjaan kegemaran saja ketika masih SD. Saja memberi saran kepada Om Andreas Harsono soepaja PANTAU terbit dengan format itu. Sedikit mengendoerkan tali gas joernalisme sastrawinya itoe. The New Yorker memang sangat memikat, sih...

    KEEMPAT, ah, tapi apalah saja ini...
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive