![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
24.1.05 | 16:40
Wesel dan Keajaiban Pos ![]() Oleh gurunya, anak saya ditugasi membawa blanko weselpos. Ajaib, pikir saya. Zaman sekarang masih ada yang ingat wesel. Karena itu anak bilangnya hari Minggu, padahal setahu saya kantor pos yang buka hari libur hanya kantor pos besar dan pusat, maka saya pun ke Kantor Pos Pasar Baru. Keajaiban kedua terhidang: kantor posnya tutup. Menurut Pak Satpam, "Sudah dua tahun loket khusus nggak buka hari libur soalnya sepi terus." Hmmm, apa boleh buat. Ketika transfer duit via ATM, internet banking dan mobile banking sudah bisa, kenapa harus pakai wesel? Kalau SMS dan e-mail itu perkara sepele, kenapa pula kirim surat? Pantesan kantor pos makin sepi. Hanya kartu pos kuis [dan kartu pos bergambar] dan surat lamaran yang tampaknya diposkan orang. :) Karena kantor pos tutup, maka saya pun mencari blanko wesel di deretan kios benda pos dekat Kantor Filateli itu. Beruntung, ada kios yang menyediakan. Harganya Rp 500 per lembar. Ketika disodori blanko, datanglah keajaiban ketiga, "Kok bukan kartu wesel yang warnanya hijau telor apa kayak semen itu, Pak?" Si penjual bilang, "O, modelnya sudah diganti mulai lima tahun lalu." Saya ajak anak saya berandai-andai. Misalkan dia harus ke kantor pos terdekat, maka harus merogoh ongkos transpor dari kompleks ke tujuan [PP] 2 x Rp 700 = Rp 1.400. Beli prangko Rp 1.000. Amplop dan kertas surat katakanlah dihargai Rp 100. Maka untuk mengurus kiriman yang baru akan tiba di tujuan paling cepat tiga hari itu butuh ongkos Rp 2.500. Itu senilai 10 SMS dengan kartuHALO atau tujuh SMS dengan Simpati. "Nggak praktis ya, Pak," ia menyimpulkan. Rupanya dia lupa, dulu ketika saya sering bepergian, kartu pos untuknya selalu datang setelah saya. Kartu pos itu saya kirim supaya dia bisa mengumpulkan prangko. :)
Tamatkah dinas pos yang di seluruh negara memang mengemban misi pelayanan? Mestinya tidak. Rugikah? Mestinya juga nggak. Buktinya Dinas Pos Amrik bisa mensponsori tim balap sepeda di Tour de France. PTT Belanda tetap hidup, sanggup melayani 80 juta parsel per tahun. Memperbaiki pelayanan dan diversifikasi, kayaknya itu kunci untuk bertahan. Di negeri tertentu, kantor pos cabang didesain cantik seperti toko, dengan aneka dagangan. Kalau kita butuh karton untuk mengepak majalah, buku dan brosur, pasti tersedia. Kantor Pos Pasar Baru mencoba meniru, tapi dagangan kurang komplet, dulu ada warnetnya tapi lelet banget, dan seterusnya.NB: karena kehilangan huruf "i" maka prangko itu mahal; salah cetak membawa berkah :)
Previous Entry * Home * Next Entry |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||