![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
24.1.05 | 08:53
Teman Kita Bernama Lift
Dagelan ndesit basi zaman TV masih hitam-putih: lift adalah kotak ajaib. Yang masuk perempuan, tapi setelah keluar jadi laki. Masih ajaibkah lift sekarang? Masih. Lihat saja di gedung-gedung perkantoran. Mereka yang masuk ke lift adalah orang-orang yang terburu. Biar sejawatan, tapi kalau beda lantai maka hai-hai dan halo-halo dilakukan seringkas SMS, itu pun kadang seperti bergumam karena sungkan sama "penumpang" lain. Maka ketika ada pertanyaan, "Gimana kabarnya si Imron, arek Bojonegoro itu?" jawabannya adalah, "Kayaknya baik-baik aja. Gue terakhir ketemu minggu lalu di lift."
Tapi, yah, justru karena serbasekilas itu maka lift sempat diharapkan jadi kotak mukjizat: ketemu si ganteng atau si cantik yang siapa tahu bisa jadi soul mate. Orang sinis berpendapat, yang berharap itu kaum putus asa. Orang penuh simpati dan empati bilang, justru kaum optimis yang punya impian seperti itu. Lift adalah saksi sejarah. Di sebuah gedung di Segitiga Emas Jakarta, dua anak konglomerat yang berseteru terpaksa berkongsi. Anak Tuan A terpaksa merelakan asetnya yang diawasi BPPN untuk dicaplok [dengan terpaksa pula] oleh anak Tuan B. Sebuah persekutuan yang aneh [yang akhirnya memang bubar]. Pada hari penandatanganan jual beli, eksekutif masing-masing pihak harus naik turun lift, karena dua bos tak mau bersua, meskipun mereka segedung. Di sebuah markas grup usaha yang termasuk pembayar pajak terbesar, liftnya ditunggui seorang tenaga outsource dari barisan cleaning service. Tugasnya? Memencet tombol lift. Saya pikir dia bahagia karena pekerjaannya gampang dan santai. Tapi dia bilang, empat jam [satu shift] dalam lift itu membosankan bahkan menyiksa. Siapa bilang itu pemuliaan tenaga kerja manusia? Bukannya itu pengkhianatan terhadap prinsip otomasi supaya orang tak perlu dilayani? Pada gedung yang pegawainya pesolek, lift adalah saksi tren wewangian. Pelbagai fragrances bercampur aduk, tertinggal di situ, meski penumpangnya sudah berhamburan keluar. Beberapa satpam gedung jangkung [kabarnya] pernah melihat tayangan CCTV berisi sepasang penumpang berciuman di dalam lift. Seorang cewek membayangkan aktivitas macam itu dalam lift, "Sungguh petualangan yang menantang dan mendebarkan." Dalam perjalanan taksi dia mengamati gedung-gedung jangkung yang punya lift khusus langsung ke lantai di atas 28. Entah apa yang dia bayangkan sambil tersenyum-senyum itu.
Previous Entry * Home * Next Entry |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||