KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    9.2.04 | 08:34
    Katanya Setara, Kok Pakai Kuota Segala?

    Mungkin saya memang bego dan naif,
    sehingga sampe hari ini nggak paham apa maksud kuota perempuan di parlemen.

    Memangnya kalo ada perempuan,
    dengan jumlah minimial sesuai kuota (30% kah?),
    maka diskriminiasi hilang?
    Bagaimana kalau mereka malah ikut mengukuhkan patariarki
    dengan mengkompromikan produk2 legislatif sehingga merugikan kaum perempuan?

    Buat saya lebih penting siapapun yang jadi wakil partai dan wakil rakyat di parlemen, apapun kelaminnya, punya semangat menghapus diskriminasi seksual.

    Adanya kuota seolah justru memberika belas kasihan.
    "Anda duduk si sini karena ada jatah buat perempuan, Bu!" gitu kira-kira.
    Jadi bukan lantaran dia.mereka dianggap aspiratif bagi konstutuen.

    Kalau memang mau menghapus diskriminasi ya jangan mengukuhkan pembagian kursi secara sexual dong.
    Lebih penting mengkampanyekan hal macam ini:
    "Jangan milih partai dan caleg yang merugikan perempuan! Lebih baik jadi golput dan parlemen jalanan."


    |



    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive