KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    8.9.04 | 23:17
    Menulis Buku, Menulis tentang Buku
    Saya terkesan oleh Windede. Dia produktif, posting terus, dalam blognya yang masih kinyis-kinyis. Sekarang dia berniat bikin buku. Ayo, Bung! Tulislah. Tulis. Publish or perish. You are what you write, kawan!  

    Kebetulan saya kemarin dikontak Si Gondrong filsuf yang doyan mabuk, yang lagi nyoba jadi penerbit. "Mbok nulis buku, Mas. Mengko tak terbitké wis," katanya.

    Saya bilang, "Makasih. Tapi aku bukan penulis. Bikin puisi nggak bisa. Nulis cerita pendek bingung mengakhirinya, begitu juga memulainya, bahkan mengisi bagian tengahnya. Nulis novel apalagi. Nulis esei? Lha apanya yang dibahas? Wong nulis artikel di koran aja ndak pernah. Memang dulu aku hobi ngirim ke redaksi manapun, berupa surat pembaca dan jawaban TTS, tapi mentok semua. Jelas?"

    "Sampeyan itu kadang serius tepi lebih sering nggak serius," dia mulai menista saya.

    "Oke. Aku ada ide jenial nih..."

    "Apa Mas? Mau nulis buku apa?" dia menyergah. Nadanya penuh damba.

    "Buku daftar logaritma! Memang sekarang sudah ada scientific calculator, dan kalkulatornya Windows juga bisa ngitung macem-macem. Tapi daftar logaritma sudah jarang dibikin kan? Halo, halo, halo, kurang ajar, jangan misuh. Aku serius. Ini jenial kan? Jangan ketawa. Hoiiii! Halo! Halo! Halaaaooooooo! Apa? Anjing? Mau bikin buku daftar anjing? Halo? Oh, daftar anjing trah gitu? Halo? Kok sampai kesedak gitu? Lho tadi kamu yang bilang asu, aku pikir mau bikin buku tentang gukguk. Ah itu sudah ada dan lebih bagus, luks gitu. Halooooo... Kenapa terbatuk-batuk? Haloooo...."

    Teman lain, beberapa waktu yang lalu juga menelepon. "Mas mbok bikin resensi buku, kirim ke tempatku. Ada honornya lho," dia merayu. "Mmmm, aku bukan kutu buku maupun kutu busuk. Hubungi aja tuh anggota klub-klub baca atau milis buku yang aku gak pernah sekalipun ikut itu. Mereka getol banget membahas buku," jawab saya, dengan nada berwibawa sekaligus ngemong, seperti ketua partai mau menskors anggotanya.

    "Ya buku apa kek..."

    "Bukek? Bukek Siansu? O, Kho Ping Hoo? Aku nggak ngerti kungfu"

    "Serius dikit dong..."

    "Oke. Aku siap. Kapan tenggatnya?"

    "Tenggat? Apaan tuh? Apanya minggat?"

    "Wartawan sekali deh. Miskin kosakata lama, tapi suka belagu kalo nulis, dan enak aja bikin kata baru. Tenggat tuh deadline, tau?"

    "Jumat depan, buat edisi Minggu."

    "I'll do it for you. I'll do my best!"

    "Eh nanti dulu. Aku kok curiga. Sori, emang mau ngeresensi apa, Mas?"

    "Buku Petunjuk Telepon Jakarta, semua jilid terbaru, termasuk halaman kuning. Halo, halo? Apa? Ngomong dulu baru ketawa, atau sebaliknya, jangan bareng, itu nggak bagus buat kesehatan! Halo? Halo? Halooooo! Ya udah aku tutup teleponku, kamu nggak menghargai aku. Tadi kamu nanya, sekarang nggak mau denger jawabanku. [Klik, eh klethek, telepon saya tutup]."

    ndaru
    September 13, 2004   03:15 AM PDT
     
    hwahahahaha kopet ups aku misuh ya *maap* iya wartawan sekali deh hwahahahahaha
    atta
    September 9, 2004   01:07 PM PDT
     
    Wartawan sekali deh. Miskin kosakata lama, tapi suka belagu kalo nulis, dan enak aja bikin kata baru. -----> hmmmmmm... :D
    kéré Imponk
    September 9, 2004   11:44 AM PDT
     
    aku kemarin punya rencana untuk ngresensi buku, tapi cuman rencana aja.. sedang bukunya gak pernah dibaca :D
    somay sepedah
    September 9, 2004   09:38 AM PDT
     
    ato gak resensi Buku pelajaran membaca SD kelas 1! seruw...
    cici
    September 8, 2004   11:31 PM PDT
     
    yo olooooooo!!!!! mending resensi itu aja, apa pengaruh lontong sayur pada perkembangan pria metroseksual Indonesia ... hahahaha!!!
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive