![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
8.9.04 | 15:06
"Gue Bangga Jadi Pemimpin Mereka!" Terbit iri [dan semoga jadi dengki bin sirik] membaca e-mail dari milis internal. Unit lain yang beda lokasi, 11 km dari tempat saya, tiba-tiba bisa berubah. Bayangkan, dua unit, yang isinya koboi dengan segala sikap dan perilaku, yang menurut perspesi sebagian warga unit lain, "emang laki banget", mana style-nya rada nge-outlaws, pokoknya urakan, ternyata bisa berubah tanpa disuruh. Nih petikannya... UNIT X & Z BEBAS ASAP ROKOKDi kantor saya yang ngerokok dikit, termasuk saya, tapi semuanya bukan lokomotif. Ruang rapat dikasih pengisap asap. Tapi kami juga tahu diri kalo rapat ngerokoknya gantian. Lagi pula kalo ada asap kadang kami buka jendela -- para perokok memang dekat jendela, kecuali saya setelah kena gusur [tapi nggak punya tetangga meja]. Iblis bernama tar dan nikotin itu memang melenakan. Saya sempat berhenti, tapi gara-gara pindah kerja beberapa kali di tempat yang stressful, dan [astaga] toleran terhadap rokok, maka saya merokok lagi. Baiklah saya membuat pengakuan dosa, betapa egoistisnya saya. Bau yang paling tidak saya sukai adalah asap rokok yang keluar dari mulut orang lain, dari asbak kotor, dan ruangan yang baru saya tinggalkan tapi ketika kembali lagi masih ada bau asapnya. Pemandangan paling mengerikan adalah lihat asbak metal dan melamin yang kotor kehitaman [beginikah paru-paru budak tembakau?], makanya di kantor saya menyediakan asbak gelas yang gampang dibersihkan dengan mengelapkan tisu basah, dan office boy harus selalu membersihkan asbak. Mulai kemarin saya pulang ke rumah tanpa membawa rokok. Saya pergi makan ke luar tak membawa rokok. Tapi, ya ampun, ketika mengetik ini rokok saya masih menyala, nganggur terjepit celah asbak. Bril punya pendapat?
Previous Entry * Home * Next Entry |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||