KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    3.9.04 | 21:37
    U-Turn Boy & Mr Junction: Saksi Pasif Merosotnya Rupiah
    rupiah makin payahhhhhhhhApa sih artinya duit cepek sekarang ini? Banyak. Kita bayar angkot kurang Rp 100, sopirnya langsung nyanyi. Kita bayar belanjaan kurang seratus perak, kasir supermarket menunggu sambil cemberut. Dia akan lebih cemberut, dan memanggil satpan, ketika kita membayarnya dengan permen yang kemarin dia jadikan pengganti uang kembalian. Tapi ada lho penjual jasa yang belum mau menaikkan harga meski rupiah kian momprot. Yaitu Pak Ogah. Teman saya menginggriskannya "U-turn Boy" dan saya mengimbanginya dengan "Mr Junction" [bahasa Inggris kami memang mengaibkan]. Emang sih, Pak Ogah itu kadang nggak kita harapkan. Tapi kalau kita pikir, cuma cepek apa salahnya? Beruntung [bagi mereka] sekarang ada koin Rp 200-an, sehingga kita pun kadang keliru cabut. Betul, Anda bisa saja mendebat: cepek kali berapa mobil? Itu wajar. Toh bagi konglomerat sehat maupun yang [eks-]pasien BPPN [eh, udah bubar], biaya dan margin keuntungan Rp 100/unit tetap bernilai. Tapi yah... buat beli sebatang rokok atau ubi goreng, cepek pun nggak cukup. Saya nggak tahu adakah sihir moneter yang bisa mengonversikan Rp 1 = US$ 1, dengan konsekuensi murid SD akan mendapatkan soal hitungan dalam pecahan sen. Juga, cetakan rekening Anda akan mengenal dua digit di belakang koma. Artinya, kalau sihir itu terwujud, kosa kata yang hilang telah kembali dan hadir senyatanya. Yaitu sen, ekuivalen seperseratus rupiah. Selamat berakhir pekan di tanggal muda! :)

    prazz
    September 5, 2004   08:38 PM PDT
     
    kalo jaga wartel, plg bingung nyari cepekan buat kembalian... yg ada pelanggan ngerelain ajah ato kitanya yg ngerelain... :D
    mushrooms
    September 5, 2004   01:03 AM PDT
     
    aku pernah bayar pake permen kembalian, Mas :)
    ayu
    September 4, 2004   02:13 AM PDT
     
    kata suami saya, cuma di indo saja duit kembalian diganti permen. dan setelah diteliti, benar juga, selama ini dimana2 kita gak pernah dikasi kembalian berupa permen, ya kecuali itu cuma dikampung halaman saya sajah...

    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive