KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    18.3.04 | 11:33
    Jangan Ciuman, Nanti Kena Denda Rp 250 Juta Lho!

    RUU Pornoaksi yang lagi ngendon di Pansus DPR itu sungguh mengada-ada. Kalau alasannya adalah demi akhlak, maka ada hal yang lebih mendasar buat dibenahi, yaitu korupsi yang kadung merajalela di segala bidang. Saya jadi teringat ucapan Nurcolish Madjid, yang kurang lebih begini: katanya bangsa ini religius, tapi kok korupsinya termasuk paling tinggi di dunia?


    Kalau RUU ini lolos jadi UU maka Anda jangan menyambut kedatangan pacar, tunangan, suami, istri di stasiun dan bandara dengan ciuman bibir. Juga jangan berciuman di bioskop. Polisi (sok) susila dan kaum puritan akan menangkap Anda.

    Kenapa tak merevisi KUHP dengan menambah bobot hukuman saja sih? Kok jadi campur aduk antara kejahatan seksual (misalnya pedofili -- yag ini bisa ditaruh di KUHP dan UU Perlindungan Anak gak?) dengan urusan remeh kayak ciuman itu. Yang harus lebih diberati hukumannya adalah pemerkosa, apapun pasalnya.  Juga penistaan, semisal hukuman gropyokan yang memaksa sepasang manusia berhubungan seksual. Jangan-jangan nanti ada undang-undang aneh yang mengatur sodomi dan seks oral, atau "1 pisang dijepit 2 pepaya", meski itu dilakukan mau sama mau, bahkan (meski) itu dilakukan di tempat privat.

    Sungguh simpang siur cara negara itu berpikir. Ketika mereka tak mampu menata diri, maka intervensi terhadap beberapa aspek kehidupan pribadi warga negara pun ditempuhlah. Intinya: kurang kerjaan.

    KATEGORI

     ANCAMAN KURUNGAN

    ANCAMAN DENDA

    Mempertontonkan alat kelamin di muka  umum (Pasal 4 ayat 1)

     1 - 5 tahun

    Rp 50 juta- Rp 250 juta

    Mempertontonkan pantat di muka umum (Pasal 4 ayat 5)

    idem

     dem

    Mempertontonkan payudara di muka umum (Pasal 4 ayat 5) 

     idem

    idem

    Sengaja telanjang di muka umum (Pasal5 ayat 1) 

    2 - 6 tahun

    Rp 100 juta - Rp 300 juta

    Berciuman bibir di muka umum (Pasal 6)

     2 - 6 tahun 

    Rp 50 - Rp 250 juta 

    Menari erotis atau bergoyang erotis di muka umum (Pasal 7 ayat 1) 

    idem 

    idem 

    Melakukan masturbasi atau onani di muka umum (Pasal 8 ayat 1) 

    idem 

    idem 

    Melakukan hubungan seks di muka umum (Pasal 9 ayat 1) 

     2 - 10 tahun

    Rp 100 juta - Rp 500 juta 

    Melakukan hubungan seks dengan anak-anak (Pasal 9 ayat 2) 

    idem 

    idem 

    Menyelenggarakan acara pertunjukan seks (Pasal 10 ayat 1) 

    3 tahun - 10 tahun 

    Rp 100 juta - Rp 10 miliar 

    Menyelenggarakan pesta seks (Pasal 10 ayat 3) 

    idem

    idem 

    Menonton acara pertunjukan seks (Pasal 11 ayat 1) 

    6 bulan - 2 tahun 

    Rp 25 juta - Rp 100 juta 

    Menyediakan dana atau tempat untuk melakukan kegiatan pornoaksi Pasal 12 ayat 1 dan ayat 2)  

    1 tahun - 5 tahun 

    Rp 50 juta - Rp 250 juta 



     


     


     


     


     


     


     


     


     






    Oh Indonesia. Kok jadi semakin membingungkan sih?


    rahma
    October 22, 2005   08:20 AM PDT
     
    nggak bakal pernah terwujud kan UU konyol ini... kalo terwujud siap2 dicibir dan diledekin bangsa luar sebagai bangsa yg sok suci....
    yg bikin UU kreatif bgt nyari peluang untuk korupsi...
    tapi rakyat Indo nggak sebego yg bikin UU nya larrh
    rahma
    October 22, 2005   08:20 AM PDT
     
    nggak bakal pernah terwujud kan UU konyol ini... kalo terwujud siap2 dicibir dan diledekin bangsa luar sebagai bangsa yg sok suci....
    yg bikin UU kreatif bgt nyari peluang untuk korupsi...
    tapi rakyat Indo nggak sebego yg bikin UU nya larrh
    cta
    October 4, 2005   08:17 AM PDT
     
    kalo orangnya gila?heuheuehueheu
    nilam
    August 5, 2004   12:32 PM PDT
     
    saya kira pemerintah hanya ingin menata perilaku warganya dalam bidang seksual,agar degradasi moral yang telah parah di kalangan muda dapat diatasi sedikit. tentang korupsi,itu penyakit kronis bangsa ini dan kayaknya kita generasi muda yang harus punya jiwa non korup di sgl bdang dr sekarang, but the question is : bisa gak sih utk g tergoda duit? susah ya pasti, tapi berjuang bersama itu menyenangkan, ayo semangaatt!!
    kopral
    April 19, 2004   07:22 PM PDT
     
    INI NAMANYA PRODUK HUKUM PAYAH NGGAK MUTU! SOK SUCI! DISUSUN OLEH POLITIKUS YANG PIKIRANNYA SUKA MEMPERKOSA ANAK KECIL DAN MELAKUKAN INCEST!
    kéré kemplu
    March 19, 2004   04:44 PM PST
     
    thx bung andreas. untuk yg mana dulu? kalau untik pasal ciuman, striptis, bahkan live show, pndpt saya tetap konsisten. boleh asal ada regulasi. adapun tugas saya sbg ortu adalah kasih pengertian ke anak. kl mrk mash kecil y banyak donts-nya, kl sdh gede ya silakan tgjwb sndr. lha soal hub sex dgn anak kecil saya gak setuju. gitu juga dgn kejahatan brp eksibionisme. pesta sex, ya jgn lah.
    andreas
    March 19, 2004   11:20 AM PST
     
    jikalau anda sudah berkeluarga dan punya anak apakah komentar anda akan konsisten seperti ini...
    komentar saya kasiaan deh ama blog dan komentar elo
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive