KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    2.8.04 | 11:18
    Masihkah Orang Jakarta Merindukan Rembulan?
    o rembulan! tak kuhiraukan kau hadir sendirian mengisi malam...Terang bulan kita jadikan nama kue. Bulan kita jadikan nama untuk anak. Bulan kita jadikan penanda kelompok hari dalam penanggalan. Bulan dijadikan merek banyak produk. Periode aktivitas hormonal wanita kita namai datang bulan. Kemarin malam hadirlah bulan purnama di langit Jakarta. Di beberapa tempat langit cerah, karena malam itu saya melaju dalam sedan pelat hitam milik Blue Bird dari bandara hingga sebuah titik nun di tenggara Jakarta, sejauh 30-an km dari Monas.  Tapi masih banyakkah orang Jakarta yang merasakan kehadiran rembulan?

    Saya meng-SMS beberapa orang, "Lihat bulankah tuan?"

    Mereka yang masih berada di jalan dan melaju ke arah timur atau tenggara menjwab, "Ya, gue liat."

    Mereka yang berada dalam rumah menjawab, "Ya, gue udah ngeliat keluar gara2 SMS lu. Emang kenapa sih?"

    Mereka yang masih dalam bioskop, mal, kedai kopi dan entah di mana lagi menjawab, "Entar ya gue tengok. Ada-ada saja loe."

    Ada lagi yang membalas, entah sedang di mana, "Elu lagi camping ato outbond yak?"

    Permukiman padat. Tembok beton penghalang pandang. Billboard besar terang benderang. Lalu lintas padat dengan lampu halogen, kripton dan xenon pada malam hari. Jadwal hidup yang memompa ketergesaan. Hiburan multimedia yang dapat dinikmati secara pribadi.... Semua itu, bagi saya, telah mempermiskin pengalaman panoramis warga Jakarta. Bulan hanya menjadi kosa kata. Paling banter hanya muncul dalam persepsi visual: hanya tergambar komikal sebagai bulan separuh berupa profil wajah kekuningan sedang tersenyum.

    Rembulan betulan muncul sepenuh atau terlindung mendung, itu bukan soal yang layak dibicarakan. Saya pun kadang tak merasai -- apalagi mensyukuri -- kehadiran rembulan yang penuh. Masihkah Anda merindukan rembulan? Ismail Marzuki dalam mabuk asmaranya masih bertanya, "Juwita malam, dari bulankah tuan?". Entah apa yang akan ditulisnya jika dia menciptanya sekarang, sebagai warga Jabotabek.

    Masihkah Anda merasai senja jingga musim kemarau yang indah dari balik jendela kantor Anda entah di lantai berapa? Hampir pasti Anda menjawab ya. Masihkah Anda menikmati fajar merah? Saya tak kaget bila Anda menjawab, "Saya masih tidur" atau "Saya lagi mandi" atau "Saya masih sarapan". Bersyukurlah mereka yang setiap menjelang fajar melaju dari arah barat menuju Jakarta...

    wieke
    August 6, 2004   03:37 AM PDT
     
    iya yah saya gak pernah nikmatin bulan setelah kerja di jakarta padahal bulan masih ada lho...
    kéré kęmplu
    August 2, 2004   11:05 PM PDT
     
    atta:

    percaya, saya percaya.
    ada saja orang yang takut tertinggal oleh senja. :)

    mmm pastilah atta ingat cerpen sga tentang rembulan yang masuk ke cangkir minuman. teman saya yang gondrong itu memang aneh tapi kreatif...
    atta
    August 2, 2004   05:30 PM PDT
     
    i have a favorite place in my office; khusus untuk menikmati senja. :)
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive