![]()
KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi. TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka. MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu? MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya. CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak... |
||||||||||||||||||||||||||||
![]()
Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.Hit Counter JAGAT GOMBAL KETERSANGKUTAN ![]()
![]() KABAR BUNGKUSAN AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.KABAR KOCOKAN SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.![]() Free Shoutbox |
11.2.04 | 02:24
Ketika Ngomong Soal Oral, Jadi Puritanlah Dia Saya geli ketika membaca judul artikel di majalah Cosmopolitan Indonesia edisi Februari 04 tentang oral sex.Lucu? Ya. Ini judulnya: "Hot! Hot! Hot! Try The Oral Sex Course: Kursus Kilat Seks Oral Penuh Teknik Panas untuk Anda dan Suami". Penggarisbawahan kata memang ada di sampul itu. Di halaman dalam kata "suami" itu juga dipakai. Jadi? Hahaha! Cosmo rupanya jadi kikuk. Selama ini dia bisa meng-encourage pembacanya, yang saya bayangkan wanita lajang, untuk menikmati erotika secara dewasa. Sehingga adalah kata "pasangan Anda" atau "si dia". Tapi ketika ngomong soal oral, dia jadi kikuk, seolah takut salah, takut dianggap ngajarin yang gak bener. Tabloid CitaCinta juga sami mawon, kadang kikuk kalau udah ngasih panduan erotis yang mendalam, sehingga menganjurkannya untuk suami-istri. Saya sedang mengampanyekan seks bebas, casual sex, bahkan promiskuitas pol-polan, dan melecehkan virginitas serta kesucian lembaga perkawinan? Tidak. Sama sekali tidak. Bagi saya itu semua merupakan pilihan setiap manusia dewasa, baik laki maupun perempuan. Saya cuma heran dan geli, kedua media itu ternyata masih kikuk. Di satu sisi nggenjot, di sisi lain gamang dan ragu. Tapi mereka (mungkin) juiga tak salah. Toh bagaimanapun itu merefleksikan masyarakat kita yang sok puritan dan kadang hipokrit.
Previous Entry * Home * Next Entry |
|||||||||||||||||||||||||||
© Kéré
Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober
2005. Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya. |
||||||||||||||||||||||||||||